panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
31 Mei 2013 | 19:09 wib
Pertumbuhan Ekonomi Jateng Triwulan I 2013 Melambat

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2013 melambat, hanya tumbuh 5,7%. Ini disebabkan melambatnya kegiatan investasi, khususnya terkait dengan modernisasi investasi non bangunan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jateng dan DIY, Dewi Setyowati mengatakan, perlambatan tercermin pada menurunnya impor barang modal. Dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan IV 2012 yang mampu tumbuh hingga 6,3%, perlambatan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga hanya tumbuh 6%, dibandingkan triwulan IV/2012 sebesar 6,2%.

"Dari sisi sektoral, perlambatan pertumbuhan sektor pertanian menjadi penyebab perlambatan ekonomi di periode laporan," katanya.

Untuk investasi di sektor bangunan, Bank Indonesia memperkirakan masih akan cukup tinggi, karena masih tingginya kredit investasi yang tercatat sekitar 29% (yoy). Kegiatan konsumsi masih tumbuh tinggi dan memberikan sumbangan sebesar 3,1% terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan I/2013.

"Masa panen diperkirakan masih akan terjadi pada triwulan II. Pada triwulan laporan, sektor pertanian hanya tumbuh 0,9%. Sektor industri pengolahan juga tumbuh relatif rendah 4,7%, sejalan dengan belum pulihnya permintaan luar negeri atau ekspor," ujarnya.

Bank Indonesia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan II 2013 akan tumbuh dalam kisaran 6,0%-6,4% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara dari sisi penggunaan, kegiatan konsumsi masih akan tumbuh signifikan seiring dengan tingginya permintaan domestik.

"Tingginya permintaan domestik salah satunya didorong oleh kenaikan upah minimum kabupaten/kota dan kegiatan pemilihan Gubernur Jateng 2013," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, investasi juga masih akan tumbuh cukup tinggi dengan indikasi pertumbuhan kredit investasi dan rencana investasi kegiatan dunia usaha. Dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi akan didorong oleh pertumbuhan sektor non-tradable, seperti sektor perhotelan dan restoran, sektor bangunan, dan sektor jasa-jasa.

"Sektor industri pengolahan juga diperkirakan tumbuh cukup tinggi dalam rangka building stock menjelang hari raya Lebaran," jelasnya.

( Fani Ayudea / CN31 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 13317
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 14048
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13823
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 16211
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 13387
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER