panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
31 Mei 2013 | 00:59 wib
Dugaan Pungutan DAK Pendidikan, 4 Orang Dijadikan Tersangka

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Empat pejabat Dinas Pendidikan Purbalingga ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga sebagai tersangka dugaan korupsi dalam kegiatan peningkatan sarana dan prasarana untuk sekolah dasar (SD) di Dindik dengan dana bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggarai 2012.

Mereka adalah Kadindik, Iskhak, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dindik Kecamatan Bobotsari, Suprapto Kepala UPT Kecamatan Bukateja, Mugi Raharjo dan Kepala UPT Kecamatan Purbalingga, Sahlan.

Kajari Purbalingga, Martini mengatakan, terdapat indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan DAK 2012 yakni berupa permintaan dana operasional oleh Kadindik sebesar 5 persen dari bersarnya DAK yang diterima oleh tiap-tiap SD. Kadindik memerintah tiga orang koordinator yaitu ketiga kepala UPTD tersebut untuk mengumpulkan dana dari UPTD-UPTD lain di bawah koordinasi masing-masing.

"Penanganan ini dilakukan secara maraton sejak April, dan saat ini sudah ditetapkan empat tersangka. Besok (hari ini) Kadindik akan kami panggil sebagai tersangka. Untuk yang lainnya akan dipanggil belakangan," katanya saat jumpa pers, Kamis (30/5) di ruang kerjanya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan, Iskhak memang tidak menyatakan bahwa ia meminta pungutan terhadap para kepala SD penerima DAK, namun Iskhak sempat mengatakan kepada para Kepala UPTD bahwa secara pribadi ia butuh uang. "Tolonglah, bawahan mengerti atasan," kata Martini menirukan pernyataan Kadindik.

Kasi Pidana Khusus Kejari Purbalingga, Wawan Kustiawan menjelaskan, jumlah DAK tahun anggaran 2012 untuk rehabilitasi ruang kelas total Rp 27.650.680.000 untuk 436 ruang kelas di 146 SD dan pembangunan gedung perpustakaan total Rp 4.127.400.000 untuk 40 SD.

"Nah, tiap kepala sekolah penerima DAK tersebut dimintai 5 persen dari dana DAK yang diterima dengan alasan sebagai dana operasional. Lalu kami bergerak memanggil 100 oran saksi baik kepala sekolah, Kepala UPTD dan Kadindik untuk dimintai keterangan," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, ada sekolah yang memberikan uang sebesar 5 persen yakni yang di bawah koordinator Kepala UPTD Purbalingga, Sahlan. Sedangkan yang lain besarnya bervariasi semampunya pihak sekolah. Adapun uang tersebut baru di tangan koordinator dan belum diserahkan kepada Kadindik.

"Ada yang tidak berani mengungkapkan, ada juga yang berani terbuka. Mereka (kepala sekolah) mengaku ada yang menggunakan uang pribadi, bahkan ada yang harus menebang pohon di depan rumah untuk disetorkan ke kepala UPTD," katanya.

Saat ini Kejari sudah menyita uang tersebut sebagai barang bukti. Soal berapa jumlahnya, Wawan mengaku pihaknya belum menghitungnya. Sebab, pihaknya juga masih akan melakukan penyitaan uang lagi di beberapa kepala UPTD di bawah koordinasi ketiga kepala UPTD yang ditetapkan sebagai tersangka. Kejari juga masih memanggil beberapa kepala sekolah penerima DAK untuk dimintai keterangan. Kejari menjerat mereka dengan Pasal 12 UU No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) huruf E dan F.

Mereka terancam hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Berkas acara pemeriksaan (BAP) keempat tersangka dibuat terpisah. Setelah BAP lengkap, kemungkinan kasus tersebut akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Semarang pada Juni mendatang.

( Ryan Rachman / CN34 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34885
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 36128
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 36466
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40563
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35616
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER