panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 Mei 2013 | 11:32 wib
Kenaikan Harga BBM Harus Dibarengi Penekanan Kebocoran

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak Pemerintah menekan kebocoran penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Ini disampaikan untuk menghindari keputusan menaikkan harga BBM sebagai kebiasaan, setelah penggunaannya dinilai melebihi kuota.

"Kalau memang sekarang mau ditetapkan harganya naik, silahkan. Tapi juga harus dipikirkan bagaimana keputusan tersebut tidak menjadi kebiasaan," ungkap Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Mustolihin Madjid di Jakarta, Kamis (30/5).

Mustolihin mengatakan, kenaikan harga BBM secara langsung dan tak langsung pasti berimbas ke kalangan usahawan, baik kelas mikro, kecil, menengah, dan besar, mengingat keputusan tersebut dapat dipastikan mempengaruhi harga sejumlah kebutuhan."Harus juga dihitung ulang dengan tepat, berapa produksi minyak kita dan berapa kebutuhannya. Jika tidak terjadi kebocoran, saya masih yakin produksi minyak mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Yang menyebabkan kuota jebol itu bukan hanya serapan di masyarakat, tapi juga karena adanya kebocoran di sana-sini," tegas Mustolihin.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga memberikan dukungan atas rencana kenaikan harga BBM, jika memang keputusan tersebut harus diambil."Saya yakin Pemerintah sudah memperhitungkannya. Jika memang keputusan (kenaikan harga BBM) itu harus diambil untuk menghindari negara bangkrut, silahkan," kata Kiai Said.

Terkait rencana pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM subsidi, dengan tegas Kiai Said menyampaikan penolakan. Karena sifatnya yang tidak mendidik, BLSM dinilai bulan solusi yang tepat.

"BLSM itu hanya obat masuk angin saja, saya tidak setuju," tandas Kiai bergelar Doktor lulusan Universitas Ummul Qura', Mekah, tersebut.Lebih lanjut Kiai Said mengatakan, Pemerintah dituntut bisa menciptakan penyeimbang yang tepat atas kenaikan harga BBM, semisal menekan kemungkinan terkereknya harga kebutuhan pokok.

"Dengan menaikkan harga BBM, subsidi yang dikeluarkan juga bisa ditekan. Alihkan penggunaan subsidi itu secara tepat, seperti peningkatan mutu pendidikan, harga pupuk dan listrik jangan dimahalkan, dan kebutuhan di masyarakat lainnya harus bisa dijamin," pungkasnya.

( A Adib / CN19 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 25821
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 27497
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 27200
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 30671
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 26441
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER