panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 Mei 2013 | 23:35 wib
Hitung Kerugian Negara, Kejari Gandeng BPK

SOLO, suaramerdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah untuk menghitung kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana pembangunan pagar dan gapura Sriwedari.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Surakarta, Erfan Suprapto mengatakan, pertemuan dengan pihak BPK sudah dilakukan timnya akhir pekan kemarin.

"Pertemuan sudah kami lakukan beberapa hari lalu. Kini, pihak BPK tinggal mengaudit berapa kerugian negara dalam kasus tersebut," ujar Erfan saat berbincang dengan kepada suaramerdeka.com, Senin (27/5).

Hasil audit dari BPK Jateng, lanjut Erfan, nanti akan dibandingkan dan dicocokkan dengan hasil audit pihaknya yang menemukan ada kerugian negara hampir Rp 100 juta dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan pagar dan gapura senilai Rp 960 juta itu.

Dalam kasus ini, (sebagaimana diberitakan) pihak Kejari Surakarta beberapa waktu lalu telah menetapkan kontaktor pelaksana proyek pembangunan pagar dan gapura Sriwedari, sebagai tersangka.

Dia adalah Direktur PT Beringin Jaya Baru, Budi Yoga Butsono, warga Plumutan, Banyudono, Boyolali. Kontraktor pelaksana proyek itu, diduga kuat melakukan penyimpangan anggaran pada volume pembangunan pagar dan gapura yang dianggarkan melalui dana APBD 2008.

Untuk mengusut lebih lanjut kasus dugaan korupsi yang telah disidik pihaknya sejak akhir 2012 ini, Erfan menyatakan, timnya juga tengah membidik tersangka baru, selain pihak kontraktor pelaksana proyek.

Namun sayang, siapa calon tersangka yang kini tengah dibidik, dia masih enggan membeberkannya. Ketika disinggung apakah dari unsur satuan kerja terkait (Dinas Tata Ruang Kota Surakarta-Red), Kasi Pidsus Kejari Surakarta yang kini juga merangkap sebagai Plh Kasi Intel Kejari Surakarta ini, masih enggan memberikan keterangan lebih detail demi kepentingan penyidikan lebih lanjut.

"Yang jelas, berdasar hasil penyelidikan dan penyidikan, kami sudah mengantoni nama lain yang diduga turut terlibat dalam kasus itu. Kami akan berupaya mengusut tuntas kasus korupsi ini," ucap Erfan saat ditemui, pekan lalu.

( Muhammad Nurhafid / CN37 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15471
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16394
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 16156
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18734
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15635
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER