panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
24 Mei 2013 | 19:58 wib
Harga Terkendali, Inflasi Mei Diperkirakan Rendah

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DI Yogyakarta menyebutkan, perkembangan harga harga di Kota Yogyakarta pada bulan Mei 2013 relatif terkendali. Harga-harga di kelompok Bahan Makanan secara agregat juga stabil.

Termasuk komoditas-komoditas yang memiliki bobot inflasi cukup besar pun stabil, seperti beras. Bahkan, Bawang Merah dan Bawang Putih, yang dalam 2 bulan lalu harganya bergejolak, pada bulan ini turun cukup signifikan.

"Berdasarkan kondisi dan perkembangan harga tersebut, kami memperkirakan inflasi pada bulan Mei ini relatif rendah, yakni pada kisaran -0,5 persen sampai 0,3.5 persen," ujar Ketua Tim Teknis TPI DIY, Djoko Raharto dalam keterangan persnya, Jumat (24/5).

Ia menjelaskan, harga beras yang memiliki bobot inflasi cukup besar saat ini relatif stabil. Hal itu sejalan dengan panen yang masih berlangsung. Pengadaan beras oleh Bulog pun cukup tinggi, meski sedikit menurun karena sebagian panen kadar airnya masih cukup tinggi.

"Stok beras Bulog saat ini mencapai 22.801 ton. Jumlah sebanyak itu dapatmencukupi kebutuhan penyaluran raskin sampai dengan bulan Oktober," katanya.

Sementara pada kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau terdapat beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan harga, antara lain soto, rokok kretek, dan rokok filter. Begitu juga harga gula pasir yang sedikit naik karena mundurnya masa giling pada pabrik gula.

"Meski begitu, pada bulan-bulan mendatang ada keyakinan harga gula akan stabil atau bahkan turun. Hal ini sejalan dengan dimulainya musim giling dan di sisi lain harga gula internasional sekarang berada pada posisi yang cukup rendah," tuturnya.

Terkait bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, kata Djoko Pertamina sudah memberikan jaminan untuk melepas kuota baik BBM bersubsidi maupun LPG 3 Kg. Solar yang pasokannya sempat diatur, sekarang sudah lancar dan tidak terdapat antrian.

"Hal ini, cukup positif dalam mendukung kelancaran dan peningkatan arus barang. Sementara untuk LPG di wilayah DIY, Pertamina sudah menambah pasokan sebanyak 73.000 tangki dan tidak mengkaitkan pasokan dengan kuota," jelasnya.

Djoko menambahkan, memasuki liburan anak sekolah pada bulan Juni Mendatang, pihaknya  menghimbau agar masyarakat tetap berkonsumsi dengan normal. "Kami juga meminta pedagang agar dalam mencari keuntungan tetap wajar dan mengedepankan agar harga-harga stabil," imbuhnya.

( Asef Amani / CN39 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
03 September 2014 | 00:02 wib
Dibaca: 280
02 September 2014 | 23:48 wib
PKM Minta Pemkab Klaten Putus Kontrak Aqua
Khawatir Sumber Air Mengering
Dibaca: 308
02 September 2014 | 23:26 wib
Dibaca: 363
02 September 2014 | 23:10 wib
Dibaca: 367
02 September 2014 | 22:44 wib
Dibaca: 501
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER