panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
23 Mei 2013 | 22:07 wib
45 Nama Penerima Dana dari Ahmad Fathanah Bukan dari KPK

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, data yang menyebut 45 nama penerima dana dari Ahmad Fathanah bukan berasal dari lembaganya. KPK pun belum dapat memastikan kebenaran data yang beredar di sejumlah media mengenai nama-nama penerima tersebut.

Hal ini menyusul beredarnya nama 45 perempuan yang disebut mendapatkan uang dari Fathanah sejak Maret 2004 hingga Februari 2013 dengan jumlah bervariasi mulai Rp1 juta hingga Rp2 miliar.

''Data itu bukan dari KPK, jadi kami tidak tahu dan nama-nama itu dari mana dan belum tentu sama dengan nama-nama yang diberikan dari hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ke KPK," kata Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Kamis (23/5).

Karenanya, dia juga tidak dapat memastikan apakah semua nama tersebut akan diperiksa atau tidak.

''Jadi nama-nama itu tidak bisa disimpulkan akan dipanggil KPK atau tidak,'' ujar Johan.

Nama-nama tersebut di antaranya ada sejumlah perempuan yang pernah dipanggil KPK seperti Dewi Kirana, Linda Silviani (istri dari Ahmad Zaki yaitu asisten pribadi mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera Lutfhi Hasan Ishaaq), istri ketiga Fathanah Sefti Sanustika serta penyanyi dangdut Tri Kurnia Rahayu.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan suap terkait impor daging, Luthfi Hasan bersama Ahmad Fathanah dijerat dengan Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan dalam kasus yang sama, KPK juga menjerat dua orang direktur PT Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging yaitu Direktur Operasional PT Indoguna Utama Arya Abdi Effendi dan Direktur HRD dan GA PT Indoguna Utama Juard Effendi.

Keduanya tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dengan didakwa memberikan uang kepada Luthi melalui Fathonah sebesar Rp 1 miliar terkait kuoto impor sapi.

Atas perbuatannya, Juard dan Arya diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara.

( Mahendra Bungalan / CN37 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12645
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13386
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13166
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 15530
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12739
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER