panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
17 Mei 2013 | 19:57 wib
Bisnis Waralaba Menggeliat, Pebisnis Baru Bermunculan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bisnis waralaba akan terus menggeliat di tahun ini. Hal ini ditandai makin banyaknya pelaku bisnis baru setiap tahunnya. Tahun ini pertumbuhan bisnis waralaba dipastikan naik 2% dibanding tahun lalu. 

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar mengungkapkan, kota Semarang menjadi salah satu kota di Jawa Tengah yang potensial untuk bisnis franchise. Makin bertumbuhnya bisnis waralaba di Semarang menjadikan para investor waralaba melirik mengembangkan investasinya di kota lumpia ini. Apalagi, menghadapi  ASEAN Economic Community (AEC) 2015, sejumlah waralaba asing akan bermunculan di Indonesia. Bertumbuhnya bisnis waralaba di kota Semarang dipastikan menjadi pasar empuk bagi waralaba asing. 

Menurut dia, setiap tahun jumlah usaha waralaba terus bertambah. Sebagai gambaran, pada 2012 waralaba lokal masih berjumlah 1.500 unit usaha, termasuk business opportunity (BO). Namun tahun ini, ia memperkirakan jumlahnya sudah mencapai 1.700 unit-2.000 unit usaha. Sedang, jumlah franchise asing di Indonesia pada 2012 lalu sebanyak 350 unit dan sampai saat ini sudah lebih dari 400 unit. 

''Tingkat pertumbuhan jumlah waralaba asing mencapai 6%-7% per tahun melampaui pertumbuhan waralaba lokal yang hanya 2%. '','' ujarnya saat  Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2013 di Gedung Wanita Semarang, Jumat (17/5). 

Meningkatnya bisnis waralaba bisa dilihat selama Info Franchise & Business Concept (IFBC) kemarin. Sebanyak 50 peserta menawarkan konsep bisnis waralaba kepada calon investor. Antara lain, bisnis waralaba dari bidang kuliner seperti Asussy Burger, Dgoen Aneka Rasa, Angkringan SK, Lovelly Jello. Serta, bidang usaha travel, TX Travel, Asindo dan masih banyak lagi. 

Pameran yang digelar selama tiga hari itu ditargetkan dapat menginspirasi masyarakat untuk membuka peluang usaha meskipun dana mereka terbatas. Mereka bisa melihat beragam bisnis menjanjikan dengan investasi terjangkau mulai di bawah Rp 10 juta hingga ratusan juta rupiah. 

Untuk mempermudah pengunjung yang berniat membuka bisnis waralaba, Anang berpesan untuk terlebih dahulu mengetahui seluk beluk bisnis waralaba. Kapan usaha pengusaha itu berdiri, kapan status usaha mereka menjadi waralaba, apa keunikan waralabanya, di mana prototipe waralaba itu bisa dijumpai, dan apa waralaba tersebut dapat dijadikan contoh bagi calon mitranya.

Franchise Senior Manager PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Gan Budi Santosa mengatakan, bisnis waralaba ke depan masih akan menjanjikan. Bisnis ini bakal terus berkembang dan tidak ada matinya utamanya di wilayah Jateng. Sejak 2003 lalu jumlah unit usaha Indomaret sudah mencapai 400 toko. Setiap tahunnya jumlah investor Indomaret terus bertambah 20%-30%. 

Pada pameran selama tiga hari ini, ia menargetkan 100 investor akan menjadi pelaku usaha franchise. ''Masih ada potensi di wilayah Jateng untuk dikembangkan. Tahun ini kami menargetkan membuka 250 toko lagi dengan membidik pengusaha atau UKM pedagang kelontong untuk bergabung dengan Indomaret,'' katanya. 

( Fista Novianti / CN19 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 35511
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 36728
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 37147
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 41273
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 36328
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER