panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
17 Mei 2013 | 07:04 wib
178 Siswa di Wonogiri Dipastikan Tidak Lulus UN

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Sebanyak 178 murid peserta didik kelompok belajar (kejar) di Kabupaten Wonogiri, dipastikan tidak lulus ujian nasional (UN) kesetaraan tahun 2012/2013. Pasalnya, meski mereka tercatat sebagai peserta ujian, tapi ternyata tidak pernah mengikutinya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Wonogiri, Drs Siswanto MPd, menyatakan, jumlah peserta didik Kejar yang dipastikan tidak lulus karena tidak mengikuti UN kesetaraan, terdiri atas 115 dari sebanyak 864 peserta didik Kejar paket C (setara SMA), 57 dari 328 peserta didik Kejar paket B atau Wustha (setara SMP) dan 6 dari 73 peserta didik Kejar paket A atau Ula (setara SD). ''Karena mereka tidak mengikuti UN utama dan juga tidaik ikut UN susulan,'' jelasnya.

Memberikan keterangan seusai membuka pemilihan guru dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat Kabupaten Wonogiri yang diikuti 100 peserta, Siswanto, lebih lanjut menyatakan, lain halnya dengan 2 murid SD yang tidak ikut UN utama karena sakit, mereka kemudian telah mengikuti UN susulan. Demikian halnya dengan lima murid SMP dan dua murid SMA, semuanya juga telah mengikuti UN susulan.

Rencananya, pengumuman hasil kelulusan untuk UN SMA/MA/SMK dan paket C, akan diumumkan serentak pada hari Jumat (24/5) mendatang. Kemudian hasil kelulusan untuk murid SMP/MTs dan paket B atau Wustha diumumkan tanggal 1 Juni 2013, dan untuk S/MI dan paket A atau Ula pada tanggal 8 Juni 2013 mendatang.

Menyongsong rencana pengumuman hasil UN secara serentak, diserukan agar para kepala sekolah (Kasek) dan guru, mampu memberikan pengarahan kepada anak didiknya, agar tidak melakukan tindak hura-hura dalam penyambutan kelulusan.

''Tidak boleh hura-hura, corat-coret baju, konvoi sepeda motor di jalanan. Sekolah harus mengendalikannya, dengan melakukan pengondisian secara positif kepada para murid-muridnya,'' tegas Ka Disdik Siswanto.

Untuk mencegah aksi hura-hura, tambah Siswanto, pihak sekolah dapat mengisinya dengan agenda positif, seperti menggelar event kesenian, olahraga atau kegiatan bakti sosial. Baju seragam sekolah, daripada dicorat-coret, kiranya dapat dikumpulkan untuk kemudian disumbangkan kepada para murid adik kelas yang membutuhkannya.

Terkait dengan pelaksanaan UN, persiapan pengumuman hasil kelulusan dan rencana penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Wonogiri, dipantau langsung oleh Komisi E DPRD Jateng. ''Komisi E Jateng datang ke Wonogiri untuk melakukan monitoring,'' ujar Siswanto.

( Bambang Purnomo / CN26 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12994
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13729
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13504
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 15880
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 13072
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER