panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 Mei 2013 | 13:37 wib
Mahfud: Tertangkap KPK, Koruptor Sebaiknya Mengaku


JAKARTA, suaramerdeka.com -
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD berpendapat sebaiknya jika ada pelaku korupsi yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebaiknya mengakui saja perbuatannya.

Dikatakan dia, koruptor yang ditangkap tangan oleh KPK karena korupsi seringkali melempar bantahan atau melakukan alibi. Ada yang menyangkal, merasa dijebak serta berbagai alasan lainnya. Menurut Mahfud MD semua dalih itu percuma dan tidak akan menyelamatkannya dari jeratan KPK.

"Haruslah diingat bahwa berdasarkan pengalaman, sampai kini tidak seorang pun yang ditangkap dan dijadikan tersangka oleh KPK bisa lolos dari hukuman. Semuanya dijebloskan ke dalam penjara," kata Mahfud MD, Senin (13/5).

Dalam menangkap seseorang, ujar dia, KPK pasti telah memiliki bukti-bukti yang tidak akan terbantahkan karena dihimpun jauh hari sebelum penangkapan. 

Mahfud yakin KPK sudah punya bukti-bukti yang dihimpun sendiri secara cermat dalam waktu lama melalui pengintaian, pembuntutan, penyadapan, dan perekaman aktivitas yang terkait dengan indikasi korupsi yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

"Jika seseorang sudah dijadikan tersangka dan apalagi penangkapannya sampai dipublikasikan, sebaiknya segera mengaku," saran Mahfud.

Semakin banyak berdalih, tegas Mahfud, bisa semakin banyak aib keluar dan memalukan keluarga yang sebenarnya tidak terlibat. Pelebaran aib itu bisa terjadi karena pembuktian oleh KPK di Pengadilan Tipikor adakalanya bukan hanya menyangkut korupsinya itu sendiri, tetapi menyangkut juga hal-hal lain yang dapat sangat memalukannya.

Dicotohkan Mahfud adalah kasus Al Amin Nasution. Saat ditangkap dan diajukan ke Pengadilan Tipikor, dia membantah habis habisan telah melakukan transaksi suap-menyuap. Dalam persidangan KPK memutar banyak rekaman percakapan telepon yang sudah berkali-kali dilakukannya dan isinya proses transaksi penyuapan tersebut.

"Sialnya bagi Al Amin, dalam pembicaraan hasil sadapan KPK itu terungkap pula bahwa transaksi korupsi itu bukan hanya menyangkut suap uang, tetapi juga melibatkan seorang wanita kinclong berbaju putih yang juga "disuapkan"," urainya.

Mahfud mengisahkan ketika Urip Tri Gunawan dan Arthalyta Suryani kompak dalam skenario bahwa uang yang diserahterimakannya saat penangkapan oleh KPK adalah pinjaman untuk bisnis.

Dalam persidangan ternyata semua rekaman pembicaraan Urip-Arthalyta yang dilakukan jauh-jauh sebelum penangkapan diputar oleh KPK dan yang bersangkutan tidak bisa mengelak sehingga hakim pun tidak bisa berkesimpulan lain kecuali bahwa keduanya telah melakukan korupsi.

"Ringkasnya, semakin banyak mengelak atau membantah akan semakin banyak pula rekaman hasil sadapan "transaksi korupsi" diperdengarkan di persidangan oleh KPK yang bisa-bisa membongkar aib-aib lain," ujar Mahfud.

( Budi Yuwono / CN33 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
24 Agustus 2014 | 03:11 wib
Dibaca: 9
24 Agustus 2014 | 02:53 wib
Dibaca: 37
24 Agustus 2014 | 02:35 wib
Dibaca: 101
24 Agustus 2014 | 02:18 wib
Dibaca: 289
24 Agustus 2014 | 02:02 wib
Dibaca: 207
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
12 Agustus 2014 | 16:20 wib
14 Agustus 2014 | 15:50 wib
19 Agustus 2014 | 21:05 wib
15 Agustus 2014 | 15:18 wib
FOOTER