panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 Mei 2013 | 13:18 wib
Kerajinan Anyaman Bambu Tetap Bertahan

CILACAP, suaramerdeka.com - Meski belakangan ini produk perabot rumah tangga berbahan plastik telah banyak ditemui di pasaran dengan harga terjangkau, namun hal itu tak membuat produk rumah tangga dari anyaman bambu di Desa Kedawung Kecamatan Kroya, Cilacap tersingkir.

Perajin anyaman bambu Desa Kedawung, Jamil (42) menuturkan produk peralatan rumah tangga itu tetap bertahan karena masih diminati konsumen. "Sebagian masyarakat masih menyukai produk berbahan baku bambu. Ini yang membuat kami terus bertahan di tengah persaingan dengan produk pabrikan," katanya.

Kerajinan anyaman bambu ini bertahan juga lantaran para perajin di desa itu mempertahankan usahanya, meski permintaannya tidak setinggi sewaktu produk peralatan plastik beredar di pasaran.

"Sebagian warga di sini masih menggantungkan rezeki dari kerajinan anyaman bambu. Ini yang membuat kami tetap bertahan," terangnya.

Di desa itu produk kerajinan anyaman bambu ditekuni kaum pria. Namun, belakangan ini para ibu rumah tangga mulai berbaur menekuni kerajinan itu meski untuk sekedar menjadi pekerjaan sampingan.

"Para ibu rumah tangga itu melakukannya hanya untuk mengisi waktu luang saja, karena pekerjaan sehari-hari mereka mengurus anak-anaknya," terang Jamil.

Produk anyaman bambu yang dihasilkan perajin Desa Kedawung diantaranya kipas tangan, bakul nasi, kukusan dan topi tani.

Harga jual produk tersebut bervariasi. Misalnya, kipas tangan ukuran kecil dijual Rp 2.000 dan bakul nasi Rp 7.000 - Rp 10.000. "Biasanya dalam sebulan saya mampu menjual dua kodi. Satu kodi harganya Rp 150 ribu," kata Jamil menjelaskan.

Dia menambahkan, produk anyaman bambu yang paling diminati konsumen adalah bakul nasi ukuran kecil. "Kami menjual kepada pengepul. Pengepul akan membeli produk anyaman dengan sistem grosir dan menjualnya kembali ke kota-kota yang melakukan pemesanan," imbuhnya.

Pengepul kerajinan anyaman bambu, Parno (45) mengatakan produk yang dibeli dari para perajin dijual kembali ke konsumen di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogjakarta. "Saya mendistribusikan keempat daerah itu karena peminatnya masih  tinggi," ujarnya.

( Puji Purwanto / CN33 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12350
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13072
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12862
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 15190
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12438
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER