panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Mei 2013 | 04:31 wib
881 Sekolah Jateng Ditunjuk Impelementasikan Kurikulum Baru


JAKARTA, suaramerdeka.com -
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menunjuk 881 sekolah di wilayah Provinsi Jawa Tengah untuk mengimplementasikan kurikulum 2013. Adapun sekolah yang ditunjuk adalah berakreditasi A.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengakui, jelang penerapan kurikulum 2013, ada sejumlah kebijakan baru yang diambil oleh pemerintah. Salah satunya adalah mengurangi jumlah sekolah, siswa, dan guru. Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi dan fakta yang terjadi dilapangan.

"Jangan sampai kita tidak realistis, dalam arti tidak mempertimbangkan faktor-faktor eksternal. Maka ilustrasinya kita kurangi besar kendaraan yang akan ditumpangi. Untuk itu, harus kita matangkan dan mantapkan betul," ujar Nuh, di Gedung Kemdikbud.

Seperti diketahui, pemerintah berencana mengimplementasikan kurikulum baru, atau kurikulum berbasis tematik integratif mulai tahun ajaran 2013/2014. Namun, sejumlah kendala masih menjadi kendala, salah satunya masih terjadi pembahasan antara Kemdikbud dengan Komisi X DPR RI, utamanya masalah anggaran. Selain itu, rencana pelatihan guru guna persiapan implementasi belum dilaksanakan.

Mendikbud mengatakan, penetapan jumlah sekolah pelaksana tersebut tidak serta merta hanya mempertimbangkan akademik. Akan tetapi, variabel kesiapan menjadi poin penting. Oleh karena itu, sekolah-sekolah eks-RSBI menjadi sasaran utama pelaksanaan kurikulum baru. "Salah satu kriteria sekolah yang diprioritaskan untuk menjalankan kurikulum ini adalah sekolah-sekolah eks RSBI dan sekolah dengan akreditasi A," terang Nuh.

Mantan Rektor ITS itu mengatakan, pengumpulan data sekolah, siswa, dan guru menggunakan beberapa instrumen. "Data-data siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berbasis siswa. Sedangkan guru dan sekolah dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik)," ungkapnya.

Sementara untuk pemilihan sekolah, lanjut dia, juga mempertimbangkan jarak sekolah dengan bandar udara. Karena menurutnya, proses distribusi logistik mempunyai peran besar dalam menjamin pelaksanaan kurikulum 2013.

"Oleh karena itu, basis pemilihan sekolah pun tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan berbasis provinsi. Jadi dimungkinkan tidak semua kabupaten kota ada," sebut mantan Menkominfo itu.

Dikatakan, kemdikbud telah memiliki sistem untuk dapat melihat lokasi sekolah. "Kita sudah punya sistem monitoring di monitoring room. Kita tau dimana lokasi sekolah, berapa jarak dari bandara, itu untuk mempertimbangkan distribusi logistik. Kita sudah sensus koordinat sekolahnya berapa," tuturnya. Meski demikian, dirinya membantah jika penerapan kurikulum baru tersebut dikatakan sebagai uji coba. "Ini masih dalam prinsip bertahap dan terbatas. Kami tidak kenal istilah uji coba," tegasnya.

( Satrio Wicaksono / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 23718
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 25350
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 25016
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 28309
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 24325
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER