panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
04 Mei 2013 | 19:02 wib
Lakukan Perbudakan, Pabrik di Tangerang Disegel

TANGERANG, suaramerdeka.com - Karena tak mempekerjakan buruhnya secara manusiawi, sebuah pabrik pengolahan limbah yang telah beroperasi selama 1,5 tahun, yang berlokasi di Kampung Bayur Opak RT 03/RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, disegel oleh polisi.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Shinto Silitonga mengatakan, penggerebekan pabrik berawal dari adanya laporan 2 buruh di pabrik itu yang melarikan diri. Dalam laporannya ke kantor Polres Lampung Utara 28 April 2013 yang difasilitasi lurah setempat, dua warga asal Lampung itu mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari majikannya yang berinisial JK (40).

JK dilaporkan oleh keduanya dengan persangkaan perampasan kemerdekaan orang dan penganiayaan, sebagaimana dimaksud Pasal 333 KUHP dan Pasal 351 KUHP. "Mereka bekerja selama 4 bulan di TKP, lalu melarikan diri dari TKP karena merasa alami siksaan, perlakuan kasar, penyekapan dan tidak ada pemberian hak-hak buruh dari majikan," kata Shinto, Jumat (4/5) kemarin.

Kepala Divisi Advokasi dan HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani mengungkapkan, kondisi para buruh yang bekerja di sebuah pabrik kwali di Kampung Bayur Opak, Cadas, Tigaraksa, Tangerang, sangat memprihatinkan.

"Kondisi semua korban yang sebagian besar adalah pekerja sangat memprihatinkan. Seluruh badan seperti terbakar legam karena efek mengolah limbah timah. Badan kurus, rambut kaku, luka pukulan, luka air timah, asma, batuk, gatal-gatal, kadas, kutu air," kicaunya melalui akun twitter-nya @yatiandriyani, Sabtu (4/5).

Tak hanya itu, Lokasi tempat korban dipekerjakan juga sangat tidak manusiawi. Mereka tidur dalam satu ruangan berukuran sempit yaitu hanya 40 meter x 40 meter yang dihuni sekitar 40 orang.

Dari sisi jam kerja, para korban dieksploitasi lebih dari 16 jam kerja. Mereka diwajibkan bekerja sejak pukul 05.30 Wib hingga pukul 22.00 Wib, dengan tanpa menerima gaji dan dilarang bersosialisasi dengan lingkungan.

Hingga Sabtu (4/5) dini hari, para buruh yang menjadi korban sebanyak 28 orang, termasuk pelaku dan centeng yang menjadi petugas keamanan, sedang dimintai keterangan di Polres Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

( Marlin / CN38 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
21 April 2014 | 11:38 wib
Dibaca: 14
image
21 April 2014 | 11:29 wib
Dibaca: 47
21 April 2014 | 11:20 wib
Dibaca: 90
21 April 2014 | 11:11 wib
Dibaca: 268
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER