panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Mei 2013 | 13:57 wib
KPK Panggil Area Manager Mazda Jakarta Timur

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Area Manager Mazda Jakarta Timur Andy Tan dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Jumat (3/5).

Sebelumnya, KPK telah memeriksa dua kali Bendahara Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Machfudz Abdurahman. Dia mengaku dicecar soal aliran dana ke PKS dan kepemilikan mobil mama yang dimiliki oleh Luthfi secara pribadi dan mana yang dimiliki partai.

KPK juga telah memeriksa dua istri Luthfi secara bersamaan Sutiana Astika dan Lusi Tiarani Agustine pada Jumat 12 April lalu. Masih dalam kasus yang sama, KPK juga memeriksa anggota Komisi VIII DPR yang membidangi Agama, Sosial, dan Pemberdayaan Perempuan Jazuli Juwaini, Sekjen DPR RI Winantuningtyastiti, Pejabat Pembuat Akta Tanah Muhammad Kholid Artha dan pihak swasta Tri Kurnia Rahayu.

Terkait kasus pencucian uang, KPK mengaku telah melakukan identifikasi aset-aset milik Luthfi, baik aset bergerak maupun tidak. KPK menyebut, penyitaan dilakukan tidak hanya dilakukan terhadap aset yang dimiliki saat tindak pidana korupsi.

Dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang memungkinkan penyitaan dilakukan terhadap aset yang dinilai mencurigakan atau tidak sesuai profil seorang tersangka. Hal yang sama juga dilakukan terhadap tersangka kasus Simulator yang juga dijerat kasus TPPU Djoko Susilo.

KPK akhirnya telah menetapkan Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus pencucian uang, selain kasus dugaan suap terkait impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Luthfi yang juga pernah menjabat sebagai bendahara saat PKS masih bernama Partai Keadilan ini dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sejak Senin, 25 Maret lalu.

Luthfi dijerat dengan pasal 3 atau 4 atau 5 UU No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. KPK juga terus melakukan penelusuran aset Luthfi. KPK lebih dulu menjerat Ahmad Fathanah dengan UU Pencucian Uang.

Ahmad Fathanah juga dijerat Pasal 3, Pasal 4, atau Pasal 5, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Selain Toyota Prado, KPK juga menyita Toyota Alphard dengan nomor polisi B 53 FTI, Mercedes Benz C200 dengan nomor polisi B 8749 BS, dan Toyota FJ Cruiser dengan nomor polisi B 1330 SZZ. Belakangan KPK menyebut, bahwa mobil FJ Cruiser yang ditaksir seharga Rp 1 miliar ini adalah milik Luthfi.

( Mahendra Bungalan / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
03 September 2014 | 09:03 wib
Dibaca: 26
03 September 2014 | 08:54 wib
Dibaca: 183
03 September 2014 | 08:45 wib
Dibaca: 155
03 September 2014 | 08:36 wib
Dibaca: 303
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER