panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Mei 2013 | 23:38 wib
Semarang Masih Butuh Dua Jalan Layang Lagi

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kota Semarang, setidaknya masih butuh dua jalan layang (flyover) lagi. Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Faizal belum lama ini mengatakan, untuk menekan serta mengurai kemacetan, setidaknya kota ini masih membutuhkan dua flyover atau jalan layang selain di Kalibanteng.

Adapun dua titik yang membutuhkan flyover yaitu di Jatingaleh serta di ujung tol Krapyak, Semarang. Sebab di dua titik tersebut kerap terjadi kemacetan yang cukup panjang. "Rekayasa kemacetan seperti pengalihan jalan, penempatan anggota, pamasang rambu dan sistem buka tutup sudah dilakukan. Tapi hasilnya belum maksimal," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pembangunan flyover di lokasi tersebut kemungkinan besar dapat menjadi alternatif guna menekan kemacetan. Hal itu dilihat dari kegunaan flyover yang memang sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan serta kenyamanan pengguna jalan. "Selain tidak bersinggungan dengan pengendara lain atau satu arah, flyover juga lebih mudah diawasi dibanding dengan jalan underpass," ujarnya.

Dia berharap, pembangunan dua flyover dapat terealisasikan. Sebab, adanya flyover sangat berguna bagi semuanya. "Tentunya (pembangunan flyover-red) sangat membantu untuk mengurai kemacetan, meski tak bisa menghilangkan kemacetan sendiri. Ada banyak permasalahan terkait sebab kemacetan, salah satunya memang volume kendaraan yang terus meningkat," katanya.

Sementara dari pantauan Suara Merdeka, sejak flyover Kalibanteng diuji cobakan Senin (1/5) hingga Selasa pagi (2/5), ternyata hanya memindahkan titik kemacetan saja. Di sekitar Kalibanteng, kemacetan memang bisa diatasi. Hanya saja, titik kemacetan berpindah ke Krapyak dan Jrakah. Hal itu karena volume kendaraan yang melaju di wilayah itu sangat tinggi. Dengan banyaknya truk-truk besar yang keluar-masuk tol Krapyak dan arteri Yos Sudarso, membuat lalulintas di simpang Hanoman hingga Jrakah mengalami kelambatan.

"Kalau dari arah barat, setelah memasuki wilayah Kalibanteng maka akan terbebas dari kemacetan. Karena kendaraan besar sudah berkurang. Ada beberapa yang masuk tol, ada yang ke arah arteri Yos Sudarso. Kemacetan memang terpusat di Jalan Siliwangi, tepatnya dari Simpang Hanoman hingga depan kampus I IAIN Walisongo, Jrakah Semarang," kata Prahayudha, warga Candisari yang bekerja di Kendal.

( Lanang Wibisono / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12164
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12875
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12665
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14976
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12245
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER