panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Mei 2013 | 19:18 wib
Majelis Banding Kuatkan Putusan Terhadap Hartati

JAKARTA, suaramerdeka.com - Majelis Tinggi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Jakarta menguatkan putusan pada Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tingkat pertama terhadap Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantation dan PT Cipta Cakra Murdaya, Siti Hartati Murdaya. Mantan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu tetap dihukum penjara selama 2 tahun dan 8 bulan atau 32 bulan.

"Sudah putusan No. 13/Pid/Tpk/2013/PT.DKI tanggal 24 April 2013 atas nama Siti Hartati Murdaya. Dengan amar sebagai berikut Menerima prmintaan banding dari Penuntut Umum dan penasihat hukum terdakwa serta menguatkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No 76/Pid.B/Tpk2012/PN. Jakarta Pusat tanggal 4 Februari 2013 yang dimintakan banding tersebut," kata Humas Pengadilan Tinggi Jakarta Ahmad Sobari, yang sekaligus menjadi Ketua Majelis Bading kepada wartawan, Kamis (2/5).

Dia mengatakan, dalam putusan dengan anggota majelis banding M Hatta, HM As'adi Al Ma'ruf, Sudiro, dan Amiek Sumindriyatmi juga menguraikan bahwa dalam uraian yang termuat dalam memori banding tidak terdapat fakta hukum baru dan hanya bersifat pengulangan yang telah dipertimbangkan oleh majelis tigkat pertama dengan tepat dan benar. Majelis tinggi juga menetapkan terdakwa Hartati Murdaya untuk tetap dalam tahanan.

"Menurut Pengadilan Tinggi, putusan (Pengadilan Tipikor pada) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang dimintakn banding tersebut dapat dipertahankn untuk dikuatkan," ujar Sobari.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada tingkat pertama menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun dan 8 bulan atau 32 bulan terhadap Hartati Murdaya. Selain hukuman penjara, mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini juga dikenakan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan.

Hartati dinyatakan terbukti bersalah memberikan uang Rp 1 miliar dan Rp 2 miliar kepada Bupati Buol, Amran Batalipu untuk mendapatkan izin atas lahan seluas 4.500 hektar atas nama PT Cipta Cakra Murdaya (CCM).
 
Majelis Hakim menyatakan kepentingan dari pemberian uang Rp 1 miliar pada tanggal 18 Juni 2012 oleh Yani Anshori. Serta, kepentingan dari pemberian uang Rp 2 miliar pada tanggal 26 Juni 2012 oleh Yani Anshori dan Gondo Sudjono adalah untuk kepentingan terdakwa Hartati. 

Hukuman tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut Hartati Murdaya hukuman penjara selama lima tahun, yang merupakan ancaman maksimal pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor.

( Mahendra Bungalan / CN38 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Juli 2014 | 03:36 wib
Dibaca: 33
26 Juli 2014 | 03:21 wib
Dibaca: 87
26 Juli 2014 | 03:07 wib
Dibaca: 106
26 Juli 2014 | 02:53 wib
Dibaca: 77
26 Juli 2014 | 02:39 wib
Dibaca: 115
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER