panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 Mei 2013 | 19:12 wib
Industri Kosmetik Tumbuh 16 Persen

SEMARANG, suaramerdeka.com - Industri kosmetik dalam negeri semakin tumbuh pesat naik sebesar 16% setiap tahunnya. Sayangnya, hadirnya kosmetik import dan ketersediaan bahan baku masih menjadi kendala.

President Director PT Victoria Care Indonesia (VCI), Billy Hartono Salim menuturkan, industri kecantikan dosmetik diprediksi masih akan bertumbuh naik 16% atau bahkan 20% di tahun ini. Masih tingginya kebutuhan kosmetika untuk kaum wanita maupun pria ikut memacu penjualan kosmetik. Namun, hadirnya kosmetik import serta minimnya bahan baku masih menjadi kendala utama.

"Industri kosmetik lokal mendapat saingan berat dengan kosmetik import. Persaingan sangat ketat ini mendorong kosmetik lokal untuk terus berinovasi," ungkapnya saat perayaan HUT PT Victoria Care Indonesia ke-5 di Kawasan Industri Candi Semarang, belum lama ini.

Peluang industri kosmetik ke depan, menurut Billy, masih terbuka lebar. Produk kosmetik yang dihasilkan Victoria Care di antaranya, lulur mandi Herborist, parfum Victoria, pewarna rambut Miranda, lotion Iria, roll on aromaterapi, sabun sirih, minyak zaitun dan masih banyak lagi.

Dari produk tersebut, Herborist menjadi salah satu produk paling diminati hingga mencapai 40% dari jumlah penjualan seluruh produk. Disusul, pewarna rambut Miranda mencapai 20%-25%. Harga satuannya pun relatif murah mulai Rp 6.000-Rp 12.000.

Ia menambahkan, selama ini kosmetik Victoria mencerminkan nilai-nilai kearifan budaya Indonesia yang melekat dalam produk kosmetik di Indonesia. Yaitu dengan menggunakan bahan baku lokal memanfaatkan kekayaan alam milik Indonesia. Misalnya, sabun sirih, sabun susu atau beras dan lulur Bali Herborist.

Sejak berdiri pada 26 April 2008 lalu produk Victoria telah dipasarkan ke seluruh Indonesia bahkan ke sejumlah negara tetangga. Selain Jawa, produk tersebut telah dipasarkan ke Bali, Medan, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan, telah merambah pasar ekspor hingga Vietnam, Yaman dan Pakistan. Prosentase ekspor masih kecil namun ke depannya Victoria Care terus berupaya menggenjot pasar ekspor.

Selama ini, Victoria telah memenuhi standar ASEAN sesuai penerapan pemerintah. "Kami menyatakan bahwa Victoria selama ini sudah melakukan penyesuaian standar yang ditentukan BPOM. Aman untuk digunakan," terangnya.

( Fista Novianti / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
17 April 2014 | 20:24 wib
Dibaca: 133
17 April 2014 | 20:10 wib
Dibaca: 142
17 April 2014 | 19:56 wib
Dibaca: 209
17 April 2014 | 19:40 wib
Dibaca: 214
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER