panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 April 2013 | 23:08 wib
Empat Orang Tewas Dalam Unjuk Rasa Muratara

JAKARTA, suaramerdeka.com - Empat orang tewas dalam unjuk rasa menuntut pemekaran Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, pada Senin malam (29/4). Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen  Suhardi Alius mengungkapkan, kejadian berawal saat 500 pengunjuk rasa memblokir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Muara Rupit Simpang Empat, Karang Dampu, Musi Rawas menuntut pemekaran Muratara.

"Massa memblokir total Jalinsum dengan mendirikan tenda-tenda  di perempatan Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, namun dihimbau Kapolres Musi Rawas AKBP Barly Ramadani agar tidak memblokir jalan," kata Suhardi.

Dijelaskannya, Kapolres dan Sarkowi selaku Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Muratara mendatangi Redy selaku koordinator lapangan unjuk rasa, meminta pengunjuk rasa tidak menutup Jalinsum, namun ditolak Redy. Untuk menghadapi upaya pembubaran polisi, Redy bahkan meminta massa untuk menyiapkan diri dengan senjata api rakitan jenis kecepek dan golok.

Melihat situasi tersebut, Kabag Hukum Pemkab Musi Rawas, Rahman dan Kabag Linmas, Mita Joni, yang diutus Bupati Musi Rawas, lalu menemui pengunjuk rasa dan melakukan negosiasi serta menjelaskan bahwa Muratara setuju untuk dimekarkan. Ketika Kapolres berusaha menenangkan massa terjadi aksi pelemparan batu dari arah massa pengunjuk rasa ke aparat kepolisian.

"Hal itu memicu bentrokan antara massa dengan pihak kepolisian dan terdengar suara letusan senjata api, yang diperkirakan kecepek, dari arah kerumunan massa kemudian dibalas oleh petugas Dalmas," ujar Suhardi.

Massa semakin beringas dan melakukan perusakan dan pembakaran Mapolsek Muara Rupit. Hingga dinihari pukul 01.30 WIB, massa masih berkumpul di RS Muara Rupit dan melakukan pemblokiran di Jalinsum.

Korban tewas akibat bentrokan tersebut, ada empat yaitu Padillah, 45, Nikson, 20, Suharto, 18 dan Rinto. Sedangkan korban luka dari pengunjuk rasa ada tujuh orang dan korban luka dari pihak kepolisian ada enam orang, yaitu Aiptu Fahrudin, Aiptu Barliano, Aiptu Aman Hidayat, Brigadir Ira Herdiansyah, Briptu Oyon dan Brigadir Andi Feriansyah.

"Kerugian akibat aksi unjuk rasa tersebut, satu unit Mapolsek Muara Rupit dibakar, asrama polisi Muara Rupit, empat unit mobil dinas  dan satu sepeda motor milik polisi dirusak dan dibakar," tukas Suhardi.

Untuk mengantisipasi bentrokan, polisi menurunkan satu SSK Brimob Sumatera Selatan Lubuk Linggau, dua SSK Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan dan dua SSK Satuan Brimob Polda Jambi, satu SSK TNI Yonif 144. Untuk menenangkan massa, polisi telah menghubungi tokoh-tokoh masyarakat dan melokalisir wilayah konflik dengan meminta penambahan pasukan TNI.

"Untuk tindak lanjut, penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi saksi, mencari barang bukti dan mengungkap motif serta penggeraknya," kata Suhardi.

( Nurokhman / CN38 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 23954
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 25588
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 25263
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 28578
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 24559
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER