panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 April 2013 | 05:35 wib
173 Daerah Belum Tuntaskan Wajar

JAKARTA, suaramerdeka.com - Meski secara nasional program Wajib Belajar (Wajar) sembilan tahun sudah tuntas dengan mencapai Angka Partisipasi Kasar (APK) 99,47 persen, namun masih ada 173 kabupaten/kota menuntaskan program tersebut. APK di 173 daerah tersebut masih dibawah 95 persen.

"Di 173 kabupaten/kota yang belum tuntas ini, masih ada sekitar 138.560 anak usia 13-15 tahun yang belum mendapatkan layanan pendidikan setingkat SMP secara memadai," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, saat penandatanganan bantuan Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia, di Gedung Kemdikbud.

Guna memenuhi program tersebut, maka Kemdikbud masih memiliki tanggungjawab untuk menyeduakan sekitar 4.330 ruang kelas baru. "Atau setara dengan kurang lebih 1.516 sekolah baru," imbuhnya.

Dengan perjanjian tersebut, Pemerintah Australia melalui Australia Indonesia Basic Education Program, kembali membantu Pemerintah Indonesia untuk membangun sekitar 1.406 sekolah SMP, atau setara dengan sekitar 300 ribu bangku SMP baru, melalui program Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia (KPAI)

Adapun besar bantuan yang akan diberikan pemerintah Australia sekitar 500 juta dolar Australia, untuk jangka waktu lima tahun kedepan. Pada tahun 2012 (tahun pertama implementasi), program tersebut telah menyelesaikan pembangunan  451 sekolah. Sedangkan pada tahun 2013 ini, ditargetkan akan membanun sekitar 307 sekolah. Terdiri dari 160 sekolah baru, dan 147 SD-SMP satu atap.

Direktur Pembinaan SMP, Kemdikbud, didik Suhardi mengatakan, daerah yang belum menuntaskan APK sebagian besar terletak di daerah terpencil. Namun, ironisnya, masih ada juga beberapa daerah di Pulau jawa yang belum mencapai target APK tersebut. "Untuk di Pulau Jawa, misalnya ada di Indramayu, Sukabumi, dan Lebak yang masih belum menuntaskan wajib belajar," ungkapnya.

Dikatakan, dari anggaran sektor pendidikan, Kemdikbud mengalokasikan sekitar Rp 500 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru. Diharapkan, pada tahun 2013 pembangunan tersebut guna menunjang program wajar, dapat tuntas. "Khusus untuk daerah tertinggal, perlu adanya afirmasi, selain bangunan fisik juga diperlukan ketersediaan guru. Guru menjadi sangat penting, untuk itu harus disiapkan dan dipastikan sebelum bangunan fisik itu selesai, sudah ada kepastian ketersebarab guru," ungkapnya.

Head of AusAID Indonesia Jacqui de Lacy menyatakan, kemitraan yang dibangun antara Australia dan Indonesia untuk membangun sekolah-sekolah di wilayah terpencil dan sulit terjangkau. "Ini untuk membuka akses dan memastikan agar anak Indonesia dapat melanjutkan pendidikan ke SMP," ujarnya.

Dikatakan, untuk anak dapat tetap mendapatkan pendidikan berkualitas, maka peran sekolah dan para pemimpin sekolah menjadi sangat penting. "Kita juga akan berikan pelatihan kepada kepada sekolah," ujarnya.

Menurutnya, masalah program wajar sudah beralih, dari ketersediaan akses menjadi peningkatan kualitas. "Ini yang sebenarnya masih sangat jauh untuk tercapai di Indonesia. Tapi ini juga terjadi di negara-negara lain," ungkap Jacqui.

( Satrio Wicaksono / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12440
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13165
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12953
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 15285
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12530
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER