panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 April 2013 | 14:36 wib
Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jateng Tinggi

PURWOREJO, suaramerdeka.com - Meskipun sejumlah prestasi pembangunan berhasil diraih oleh Provinsi Jawa Tengah, tapi di bidang kesehatan ibu dan anak ternyata masih perlu di tingkatkan. Pasalnya, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ternyata masih cukup tinggi.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Dra Hj Rustriningsih MSi saat memberikan sambutan pada Rakornis Program Pembangunan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan yang diselenggarakan BKBPP di pendapa rumah dinas bupati Purworejo, Minggu (28/4).

Dipaparkan Rustri, AKI di wilayah Jawa Tengah mencapai 116,34 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB mencapai 10,75 per 100.000 kelahiran hidup.

"Penyebab tingginya Angka Kematian Ibu maupun Angka Kematian Bayi karena ibu-ibu banyak yang terlalu muda saat melahirkan, terlalu banyak anak, terlalu tua, dan terlalu sering melahirkan. Selain itu juta karena adanya keterlambatan dalam mengambil keputusan, terlambat mencapai pelayanan kesehatan, dan terlambat mendapat pertolongan persalinan," ujar Rustri.

Menurut Rustri, untuk menekan AKI maupun AKB perlu ditingkatkan program jaminan persalinan (jampersal) dan metode kontrasepsi jangka panjang.

Kepala Badan KB dan PP Purworejo, Drs Muh Wuryanto MM mengatakan, pihaknya telah berupaya menyosialisasikan tentang peningkatan peran wanita dalam kesetaraannya dengan pria melalui program peningkatan kualitas hidup perempuan. Selain itu berupaya untuk menimimalisasi terjadinya tindak kekerasan yang muncul dalam rumah tangga.

Namun demikian masih saja terjadi tindak kekerasan yang muncul. Selama 2012 sebanyak 43 kasus perempuan dewasa, 47 kasus kekerasan terhadap anak. Adapun faktornya penentu KDRT yang terjadi berupa kekerasan fisik 12 kasus atau 13,34 persen, kekerasan psikis 33 kasus atau 36,67 persen, kekerasan seksual 32 kasus atau 35,56 persen, dan kekerasan ekonomi sebanyak 13 kasus atau 14,45.

"Untuk penanganan kekerasan psikis selalu dilakukan pendampingan terhadap korban kekerasan sampai ke persidangan di pengadilan," tandasnya.

( Nur Kholiq / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15488
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16411
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 16174
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18752
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15651
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER