panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 April 2013 | 20:01 wib
Mengadu ke MK, Antasari Ingin Dapatkan Keadilan

JAKARTA, suaramerdeka.com - Selama didera kasus tudingan pembunuhan Dirut PT Rajawali Putra Banjaran Nasruddin Syamsuddin, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari mengaku tidak mendapat keadilan selama proses persidangan atas kasusnya.

"Keadilan belum kami rasakan," ujar Antasari dalam sidang perbaikan permohonan uji materi di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (25/4).

Dia mengatakan, ketidakadilan itu terdapat sejak proses penyelidikan dan penyidikan. Menurut dia, proses penyelidikan dan penyidikan itu dijalankan tanpa melampirkan surat izin dari Kejaksaan Agung.

"Tidak ada satupun surat izin dari Kejagung. Terkait hal itu, kami sudah melakukan pembelaan pada tingkat pertama, banding, kasasi dan PK, namun majelis hakim tidak ada yang memperhatikan hal ini," kata Antasari.

Antasari mengaku memiliki sejumlah novum (bukti baru) terkait kasusnya. Namun demikian, dia merasa kebingungan menyampaikan novum itu lantaran KUHAP hanya membolehkan PK diajukan satu kali.

"Belum kami sampaikan keadaan baru yang tidak terbantahkan, lalu ke mana kami bisa sampaikan? Sementara kami tidak bisa lagi mengajukan PK," paparnya.

Dalam persidangan ini Antasari memasukkan dua orang anggota keluarganya sebagai pemohon tambahan. Kedua orang itu adalah sang istri, Ida Laksmiwati dan puterinya, Ajeng Oktarika Antasari Putri.

Mahkamah mengabulkan permohonan penambahan pemohon dalam perkara uji materi Pasal 268 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terkait pengajukan PK yang dimohonkan oleh Antasari. Sidang dipimpin Hakim Konstitusi Ahmad Fadlil Sumadi. Keluarga Antasari Azhar merasa yakin kasus ini penuh rekayasa, mereka mengaku terbebani atas rekayasa itu.

Pihak Antasari beserta tim pengacara akan membongkar rekayasa itu dalam Peninjauan Kembali (PK) setelah putusan MK. Ida, istri Antasari mengaku telah memiliki sejumlah novum (bukti baru) yang akan diungkap dalam persidangan.

Dia berharap, MK dapat mengabulkan permohonan uji materi yang diajukan sang suami agar dapat kembali mengajukan PK. Ida yakin independensi MK dalam menangani permohonan ini.

"Kalau tidak ada intervensi dan memang hakim bisa melihat apa yang diajukan oleh tim pengacara, Insya Allah dikabulkan, kita tunggu saja," tegasnya.

( Budi Yuwono / CN38 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
17 April 2014 | 20:24 wib
Dibaca: 223
17 April 2014 | 20:10 wib
Dibaca: 200
17 April 2014 | 19:56 wib
Dibaca: 229
17 April 2014 | 19:40 wib
Dibaca: 241
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER