panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 April 2013 | 14:34 wib
Satu Suspect Positif Tertular
Taiwan Waspada Penyebaran H7N9


TAIPEI, suaramerdeka.com -
Pemerintah Taiwan memperketat pengawasan lalu lintas pendatang dan wisatawan dari China, setelah kasus pertama virus flu burung H7N9 terdeteksi di negara ini, Rabu (24/4).
 
Pihak berwenang dibantu keimigrasian mengintensifkan screening kesehatan pada setiap penumpang pesawat asal China.

Di Taoyuan International Airport, Kamis (25/4), petugas mulai melakukan deteksi ketat. Termasuk memeriksa kondisi medis, seperti demam dan tanda-tanda tertular virus, pada sekitar 6.000 turis China yang tiap harinya berkunjung.

Sejak virus H7N9 dilaporkan mewabah di timur China, hubungan perdagangan dan ekonomi dua negara cukup terganggu. Taiwan mengehentikan sementara impor daging ayam dan bebek.

Meski demikian, Taiwan belum mengeluarkan larangan bepergian pada warganya. Diperkirakan sejuta warga Taiwan bekerja pada sektor elektronik di Jiangsu, China daratan, wilayah kasus pertama H7N9 dikonfirmasi 31 Maret lalu.

Pasien H7N9 Pertama

Kemarin (24/4) sore, badan pengawas kesehatan di Taiwan, Central Epidemic Command Center (CECC) memastikan seorang pria (53) positif terkena virus H7N9, sekembalinya bekerja dari Suzhou, provinsi Jiangsu.

CECC menyatakan, si pasien adalah carrier hepatitis B dengan riwayat hipertensi. Sebelum sakit, pria yang identitasnya dirahasiakan ini, berulang kali bepergian dari dan ke Suzhou, yakni mulai 28 Maret hingga 9 April.

Menurut penelusuran CECC, selama tinggal di Suzhou, pasien tidak pernah terpapar unggas dan tidak mengkonsumsi daging unggas maupun telur setengah matang.

Pada 12 April, pasien mengembangkan gejala demam, berkeringat, dan kelelahan; tetapi tidak memiliki gejala sakit pernapasan atau pencernaan. Pada tanggal 16 April, karena demam tinggi pasien dirujuk ke rumah sakit dan diberi Tamiflu.

Hasil pemeriksaan x-ray pada dada pasien, 18 April lalu, menunjukkan ada cairan interstitial pada paru-paru kanan bawah. Kondisi pasien mulai memburuk malam hari tanggal 19 April.

Pada tanggal 20 April, pasien dipindahkan ke pusat medis untuk perawatan lebih lanjut. Selama tinggal di rumah sakit, dua kali uji air liur menunjukkan pasien negatif terkena flu burung tipe A (H7N9).

Belum juga pulih, dua kali uji spesimen dahak, yakni pada Senin (22/4) dan Rabu (24/4), pasien dinyatakan positif terkena influenza A.

Sore harinya, Pusat Influenza Nasional di Taiwan mengkonfirmasi identifikasi dan menyelesaikan rangkaian genom virus.

Si pasien kini dalam perawatan serius di ruang isolasi. Sementara, 139 orang yang memiliki riwayat kontak dengan pria itu juga diamati kesehatannya. Diantaranya, tiga petugas kesehatan yang mengembangkan gejala infeksi saluran pernapasan atas.

( Linda Putri / CN33 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
20 Agustus 2014 | 13:45 wib
Dibaca: 37
20 Agustus 2014 | 13:34 wib
Dibaca: 52
image
20 Agustus 2014 | 13:13 wib
Dibaca: 183
20 Agustus 2014 | 13:02 wib
Dibaca: 274
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER