panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 April 2013 | 14:15 wib
KPK Juga Panggil Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat

JAKARTA, suaramerdeka.com - Selain memanggil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Singgih Budi Prakoso, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memeriksa Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat DR Hj Marni Emmy Mustafa, Mantan Ketua PT Jawa Barat Sareh Wiyono, dan Hakim PT Jawa Barat CH Kristi Purnamiwulan.

Mereka diperiksa dalam penyidikan kasus penerimaan hadiah terhadap Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono yang menjadi hakim terkait perkara dana bantuan sosial di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ST (Setyabudi Tejocahyono-red)," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Senin (22/4).

Sebelumnya, KPK juga memeriksa dua hakim merupakan hakim pada Pengadilan Tipikor tingkat pertama Bandung sedang dua hakim ad hoc Tipikor pada tingkat Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Dua hakim ad hoc tingkat pertama adalah Ramlan Comel dan Djojo Djohari Ramlan yang merupakan anggota majelis hakim yang ikut menyidangkan perkara dana bantuan sosial di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Setyabudi. Sedangkan hakim tinggi Tpikor adalah Pontian Mundir dan Wiwi Widiastuti.

Namun, pemeriksaan ke empat hakim tersebut tidak dilakukan di kantor KPK tetapi di Kantor Satuan Sabhara Polrestabes Bandung Jl Ahmad Yani No 282 Bandung setelah berkoordinasi dengan Kasat Sabhara Polrestabes Bandung AKBP Dhafi.

KPK juga memanggil mantan Wakil Panitera PN Bandung Rina Pertiwi. Saat ini Rina menjadi panitera di PN Cianjur. KPK juga memeriksa Panitera Pengganti Pengadilan Tipikor Bandung Susilo Nandang Bagio dan Panitera Sekretaris PN Bandung Ali Fardoni.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono. Setyabudi ditangkap bersama seorang dari swasta bernama Asep Triana pada Jumat 22 Maret lalu.

Dalam penangkapan tersebut KPK menemukan uang sebesar Rp 150 juta dan uang Rp 350 juta di mobil yang digunakan Asep. Kemudian KPK menangkap Kepala Dinas Plt Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Herry Nurhayat, namun KPK gagal menangkap Toto yang juga terlibat dalam kasus ini. Toto akhirnya menyerahkan diri ke KPK.

( Mahendra Bungalan / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15027
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 15893
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 15663
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18189
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15151
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER