panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 April 2013 | 05:26 wib
Kurikulum Baru Tepat untuk Sekolah Internasional

JAKARTA, suaramerdeka.com - Konsep kurikulum 2013 yang berbasis tematik integratif dinilai hanya mengadopsi sistem pendidikan dan kurikulum sekolah internasional. Oleh karenanya, jika konsep tersebut diterapkan pada sekolah umum dan sekolah negeri, kekhawatiran serta potensi kegagalan akan terjadi.

"Kurikulum ini hanya dapat dilakukan di sekolah-sekolah internasional. Sekolah yang memiliki guru yang baik yang memahami materi, sarana prasarana yang memadai, dan jumlah siswa yang tidak banyak dalam satu kelasnya," ujar pemerhati pendidikan, Romo Benny Susetyo saat jumpa pers Komunitas Kristen-Katolik Peduli Pendidikan tentang sikap terhadap Kurikulum 2013, di Jakarta, Senin (8/4).

Pihaknya khawatir jika pemerintah tetap memaksakan penerapan kurikulum pada tahun ajaran baru, akan terjadi kegagalan. "Tidak mungkin sekolah-sekolah umum dan negeri akan sukses menjalankan kurikulum seperti, dengan berbekal kualitas guru dan fasilitas seperti sekarang ini," ungkapnya.

Menurutnya, konsep kurikulum baru justru akan menambah beban guru. Pasalnya, untuk dapat memahami tematik integratif, dibutuhkan keahlian. Sementara, waktu yang disediakan oleh pemerintah untuk melatih para guru hanya 52 jam.

"Untuk pelatihan guru seperi iniminimal membutuhkan waktu setahun, karena mengubah kultur guru. Jika hanya dalam waktu singkat, akhirnya guru hanya akan menghafal buku babon yang disediakan pemerintah, tanpa mengerti apa-apa. Maka kami khawatir kurikulum ini gagal," ungkapnya.

Pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Romo Mardiatmadja mengatakan, konsep implementasi kurikulum baru justru akan mengamputasi kreatifitas guru. Pasalnya, dalam mengajar guru harus berpedoman pada buku paket atau buku babon yang disediakan oleh pemerintah.

"Ini sangat tidak cocok dengan ilmu mendidik. Semua guru akan diberikan buku dan dikelas menyampaikan apa yang ada di buku itu," tegasnya.

Jeirry Sumampow, pemerhati pendidikan Majelis Pendidikan Kristen membantah klaim Mendikbud Mohammad Nuh yang mengatakan bahwa pihaknya mendukung perubahan dan implementasi kurikulum baru pada tahun ajaran 2013/2014.

"Majelis Pendidikan Kristen sejak awal sudah mengeluarkan pernyataan bahwa tidak menerima kurikulum ini minta untuk ditunda untuk dibicarakan lebih mendalam, ditempatkan dalam kontek yang lebih baru," ungkapnya.

( Satrio Wicaksono / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34978
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 36220
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 36568
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40672
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35739
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER