panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 April 2013 | 17:04 wib
Temuan Batuan Candi di Pringapus Diinventaris
image

UKUR TEMUAN: Pamong Budaya Kecamatan Pringapus, Tri Subekso melakukan pengukuran temuan batu yoni yang ditemukan warga di areal persawahan milik Perhutani tepatnya di Desa Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com/

PRINGAPUS, suaramerdeka.com - Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Semarang melakukan inventaris lanjutan atas temuan batuan candi yang belum lama ini ditemukan warga tersebar di Dusun Krajan, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.

Langkah yang sama juga dilakukan tim dari Pusat Arkeologi Nasional. Tepatnya 23 Maret 2013 lalu, mereka telah mengkaji dan mencocokkan data pemetaan Belanda dengan kondisi di lapangan.

"Peta yang dijadikan dasar tim dari Pusat Arkeologi Nasional menyebutkan, dahulu Desa Candirejo ini ikut Klepu. Pada peta tersebut memang terlihat banyak sekali penjelasan struktur bangunan candi, hanya saja seiring perkembangan waktu keberadaannya berpindah bahkan hilang atau terkubur tanah," kata Plt Kepala Disporabudpar Kabupaten Semarang, Heru Purwantoro melalui Pamong Budaya Kecamatan Pringapus, Tri Subekso, Rabu (3/4).

Dipaparkan lebih lanjut, dari Dusun Krajan, Desa Candirejo, pihaknya berhasil menemukan bangunan pindahan yang diduga struktur Candi Bubrah. Oleh warga, batuan candi itu dikumpulkan (dievakuasi-red) setelah tebing di sekitar candi mengalami longsor.

"Penuturan warga, letak Candi Bubrah posisinya dahulu sekitar 100 meter dari lokasi sekarang. Dari penelusuran dan inventaris yang kami lakukan terbukti di lokasi tebing saat ini masih banyak ditemukan batuan struktur candi," paparnya.

Selain menginventaris keberadaan Candi Bubrah, tidak jauh dari lokasi tersebut tepatnya di areal persawahan milik Perhutani warga juga menemukan batu yoni berukuran panjang 5,2 sentimeter, lebar 4,9 sentimeter, dan tinggi 29 sentimeter.

Keberadaan yoni, menurut Basri (53), petani pesanggem asal Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, kali pertama ditemukan saat dirinya membuka lahan untuk pertanian sekitar delapan tahun lalu. Tidak berselang lama setelah menemukan yoni, dirinya menemukan dua arca.

"Saat mengolah lahan, cangkul saya mengenai arca. Yang saya ketahui ada dua arca dengan panjang 50 sentimeter, arca tersebut menyerupai sosok manusia laki-laki dan perempuan. Namun tidak tahu yang mengambil siapa, keduanya tiba-tiba hilang dari tempat penemuan semula," terang Basri.

Menyikapi kejadian tersebut, Disporabudpar Kabupaten Semarang melalui pamong budaya kemudian mengambil langkah termasuk memasang papan larangan berisi paparan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

"Sejak dipasangi papan larangan, hasil temuan yang sudah diinventaris sebelumnya tetap berada di tempat semula. Kami pun tidak berhak memindahkan temuan kecuali petugas dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah," tukas Tri Subekso.

( Ranin Agung / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 215305
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 233807
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 234787
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 253688
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 235864
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER