panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 April 2013 | 05:13 wib
Pembatasan Solar Subsidi Tetap Berjalan


SEMARANG, suaramerdeka.com
- Sebagai operator yang bertugas menyediakan dan mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pertamina tetap akan menyalurkan solar subsidi seusai volume yang ditetapkan pemerintah. Kuota yang ditetapkan oleh BPH Migas untuk Jateng dan DIY hanya sebesar 1.878.843 kiloliter.

External Relation Pertamina Jateng dan DIY Heppy Wulansari mengatakan, pembatasan solar tetap dilakukan karena kuota dikurangi oleh pemerintah. Jika kuota ditambah oleh pemerintah, Pertamina akan menyalurkan lebih banyak lagi solar bersubsidi.

"Besaran kuota BBM subsidi baru diketahui Pertamina Pemasaran Jateng & DIY pada pertengahan Maret 2013. Kuota tahun ini turun 4% dibandingkan konsumsi solar subsidi 2012 yang sebesar 1.943.967 kiloliter. Adapun konsumsi pada Januari sampai Febuari 2013 naik 7% dari periode yang sama di 2012," katanya.

Terkait kekosongan solar subsidi di beberapa SPBU, dia menjelaskan bahwa Pertamina terpaksa mengirimkan solar subsidi ke SPBU sesuai dengan sisa kuota yang ada.

Jika pada Januari sampai Februari SPBU masih menerima kiriman solar subsidi sesuai dengan permintaan, maka pada Maret 2013 SPBU dikirim berdasarkan alokasi harian yang dihitung dari sisa kuota yang ada.

"Prinsipnya solar subsidi tetap dikirim setiap hari ke SPBU di wilayah Jateng DIY meski dengan jumlah terbatas," terangnya.

Menurut Heppy, aksi mogok yang dilakukan sopir truk di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas atau antrian panjang yang terjadi di SPBU, bukan karena ketidakmampuan Pertamina dalam mendistribusikan BBM bersubsidi.

Pertamina telah menyediakan dan mendistribusikan BBM bersubsidi sesuai volume yang ditetapkan pemerintah.

"Pertamina sudah melakukan antisipasi dengan pengaturan klaster SPBU, dimana semua SPBU dikelompokkan berdasarkan lokasi geografis dan juga dilihat dari jalur jalan raya," ujarnya.

Dengan klaster tersebut, lanjutnya, maka Pertamina bisa mengatur agar kekosongan solar subsidi tidak terjadi secara serentak di semua SPBU dalam satu area secara bersamaan, namun dapat bergantian.

( Fani Ayudea / CN33 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 13248
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13984
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13758
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 16145
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 13322
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER