panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 April 2013 | 13:39 wib
Solar Nonsubsidi Sepi Pembeli

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Keberadaan solar nonsubsidi ternyata kurang mendapat peminat. Itu terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 44.577.11 yang berada di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Selasa (2/4). Di SPBU yang terletak di perbatasan Gondangrejo, Karanganyar dan Mojosongo, Solo itu terlihat sepi.

Fajar Hamim, Kepala Pengawas SPBU Plesungan menjelaskan, pihaknya sudah sejak 1 Maret lalu memesan sebanyak 8.000 liter solar bersubsidi. Namun hingga akhir bulan ini belum juga habis, sehingga pihaknya belum menambah stok lagi. Sebagai bahan perbandingan, untuk solar bersubsidi sebanyak 8.000 liter bisa habis terjual dalam satu hari saja.

Fajar juga mengaku tidak tahu kemana mobil-mobil plat merah milik Pemkab Karanganyar yang berbahan bakar solar mengisi BBM. Padahal di Karanganyar, hanya SPBU yang terletak di ring road Mojosongo-Kebakkramat itulah yang menyediakan solar nonsubsidi. “Malahan yang sering membeli solar nonsubsidi adalah mobil-mobil pribadi, saat solar bersubsidi habis di SPBUnya.
Mereka terpaksa membeli karena takut kehabisan bahan bakar di jalan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2013 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak dijelaskan, setiap kendaraan milik pemerintah wajib menggunakan solar nonsubsidi kecuali ambulan, mobil pemadam kebakaran, truk pengangkut sampah serta mobil jenazah.

Dari pantauan di lapangan, beberapa SPBU yang ada di Karanganyar memang sering mengalami kehabisan solar. Juga karena terlambatnya pasokan dari Pertamina. Diperkirakan hal itu sebagai imbas dari kebijakan pengurangan pasokan solar bersubsidi yang diterapkan pemerintah.

Herianto, salah sorang petugas di SPBU Karangpandan menjelaskan, sudah sekitar seminggu ini pihaknya sering kehabisan solar. “Kalau solar habis, banyak calon pembeli yang kecewa,” tandasnya.

Maman, salah seorang sopir truk perusahaan swasta di Karanganyar mengaku pernah kehabisan saat hendak membeli solar di sebuah SPBU. “Sekarang harus antri cukup panjang untuk beli solar,” keluhnya.

Begitu pula saat berada di luar kota, seperti ke wilayah di Banyumas dan Pantai Utara Jawa, belum lama ini, dimana dia harus terpaksa antri untuk mendapatkan solar. Hal itu jelas menyulitkan untuk dia yang hampir setiap hari harus pergi ke luar kota ke wilayah Jateng, Jabar dan DIY untuk mengantar barang pesanan pembeli.

( Basuni Hariwoto / CN19 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15189
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16071
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 15840
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18394
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15323
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER