panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 Maret 2013 | 16:45 wib
Inflasi Maret Diprediksi Turun

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Laju inflasi pada Maret 2013 diprediksi akan mengalami penurunan dibandingkan dengan inflasi Februari. Hal ini disebabkan survei harga sejumlah komoditas kelompok bahan makanan pada minggu ketiga cenderung turun.

Hal tersebut merupakan kesimpulan yang diperoleh pada rapat evaluasi Forum Koordinasi Pemantau Inflasi (FKPI) Kabupaten Banyumas di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Jumat (22/3).

Menurut Ketua FKPI Banyumas Sugiyanto, pihaknya optimis inflasi bulan ini turun meski beberapa komoditas yang masuk pada kelompok bahan makanan, seperti bawang merah, bawang putih dan cabai harganya naik di pasaran akibat menipisnya pasokan dari sentra penghasil sayuran serta imbas tertahannya bawang impor.

Harga bawang putih sebelumnya sempat menyentuh Rp 70 ribu/kg, namun sekarang berangsur turun hingga saat ini berkisar Rp 50 ribu/kg. "Kami memprediksi inflasi bulan ini tidak jauh dari inflasi Februari, malah akan turun nilainya," katanya saat ditemui usai rapat dengan tim pemantau inflasi.

Apalagi, sambung dia, harga bawang putih di pasaran sepekan ini mulai turun. Bahkan, hingga akhir Maret komoditas holtikultura tersebut akan terus menurun seiring dengan melimpahnya persediaan di pasar.

Deputi Bidang Ekonomi Moneter BI Purwokerto, Fadhil Nugroho menambahkan, harga bawang merah, bawang putih dan cabai akan berpengaruh kecil terhadap inflasi. Nilai konsumsinya pada perhitungan inflasi hanya sekitar 0,5 persen. "Selain itu, ketika harga naik masyarakat juga akan mengurangi konsumsi bahan makanan tersebut sehingga cepat terkoreksi," katanya.

Indikator lain yang memprediksi inflasi bulan ini turun lantaran harga beras memasuki panen raya di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas dan sekitarnya cenderung turun. Beras menjadi konsentrasi utama karena merupakan salah satu komoditas yang memiliki bobot nilai paling tinggi terhadap perhitungan inflasi yakni sekitar 6,9 persen.

( Puji Purwanto / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15499
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16425
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 16187
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18764
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15663
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER