panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 Februari 2013 | 11:41 wib
Study Visit USAID Prioritas di Kudus

KUDUS, suaramerdeka.com - Sebanyak 100 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, pengawas SD dan MI, komite sekolah, serta perwakilan dari dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora) dan Mapenda Kementerian Agama Kabupaten Sragen mengikuti study visit di Kabupaten Kudus, 27 dan 28 Februari dan berakhir 1 Maret 2013.

Study visit program USAID Prioritas ini dilakukan di lima sekolah di Kota Kretek, yakni SMP 2 Jekulo, MTsN 01 Kudus, MTsN 02 Kudus, SD 2 Gondosari, dan MIN Kudus.

''Di sela-sela agenda visit ini, peserta juga berkesempatan berdialog dengan Kepala Disdikpora Kudus Drs Sudjatmiko MPd di Hotel Griptha, yang membincang mengenai perkembangan pendidikan di Kudus,'' ujar Lutfi Rahman, koordinator Kabupaten Kudus USAID Prioritas.

Sementara di sekolah yang dikunjungi, para peserta mengamati secara langsung kegiatan-kegiatan guru, siswa, serta melihat pola penataan kelas. ''Selain itu, peserta dalam kesempatan ini diajar mempelajari school based management, guna mengetahui sejauh mana pelaksanaannya terkait penerapan kurikulum 2006, yakni soal Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)," ujarnya.

Konsep Pakem Dalam visit yang didampingi pula oleh Saiful Huda Shodiq (spesialist training untuk SMP), Dewayani Sitoresmi (koordinator kabupaten Sragen USAID Prioritas), serta Dyah Karyati (spesisalist whole school approach), ini belajar pula tentang konsep Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (Pakem).

''Di sisi lain, yang tak kalah penting yaitu peserta diajak secara langsung mempelajari pastisipasi masyarakat melalui dialog dengan Komite Sekolah. dilihat dari komite sekolah. Peran serta masyarakat sangat penting dalam sukses pembelajaran.'' Lutfi Rahman menambahkan.

Demikian pentingnya konsep Pakem dalam pembelajaran, sehingga para peserta memerlukan waktu khusus untuk berdialog panjang lebar bertukar pikiran dengan para narasumber di Kudus.

''Metode Pakem ini membutuhkan intensitas, ketelatenan, dan kreativitas dalam pelaksanaannya. Melalui study visit ini, diharapkan peserta mempunyai gambaran yang utuh tentang pakem. USAID akan  melakukan pendampingan supaya metode ini bisa diterapkan di tempat para peserta,'' ujarnya. 

( Rosidi / CN19 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
31 Juli 2014 | 22:37 wib
Dibaca: 217
31 Juli 2014 | 22:24 wib
Dibaca: 97
31 Juli 2014 | 22:10 wib
Dibaca: 151
31 Juli 2014 | 21:56 wib
Dibaca: 183
31 Juli 2014 | 21:40 wib
Dibaca: 155
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER