panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
26 Februari 2013 | 06:47 wib
Pemerintah Dianggap Abaikan Peran Apoteker


JAKARTA, suaramerdeka.com -
Pemerintah dinilai telah melupakan peran dan fungsi apoteker, utamanya dalam menyusun kerangka infrastruktur keara pelayanan kesehatan semesta, seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

"Apoteker masih dilihat hanya sebagai penjual obat. Padahal, apoteker merupakan profesi kesehatan yang penting dalam mendukung pemerintah melaksanakan UU SJSN," ujar Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Dani Pratomo, di Jakarta.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar peran dan fungsi apoteker dalam tatanan SJSN harus dipertimbangkan untuk mendapatkan porsi yang layak. "Saat ini para apoteker belum dilihat sebagai salah satu mitra profesi kesehatan didalam SJSN," terangnya.

Dia menuturkan, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2013, tentang jaminan kesehatan, yang dihitung dalam proporsi reimbursement yang dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terhadap klain dari pelayanan kesehatan hanya porsi harga obat, penggunaan alat medis, serta jasa dokter. "Sedangkan jasa apoteker tidak diperhitungkan didalamnya," tandas Dani.

Padahal, sambungnya, berdasar pasal 108, Undang-Undang 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan, segala pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan obat dilakukan oleh seorang apoteker. Ditegaskan, secara profesi apoteker dapat menunjang hasil diagnosa dari dokter dengan memberikan pendapat dari segi efektifitas pengobatan dan kinerja obat.

"Seringkali dokter kurang memahami mengenai reaksi obat yang satu dengan lainnya. Hal tersebut merupakan materi yang dikuasi oleh seorang apoteker," katanya.

Oleh karena itu, dengan adanya dialog interaktif antara dokter dengan apoteker, justru akan memberikan keuntungan kepada pasien ataupun masyarakat. "Rumah sakit juga bisa lebih efektif dalam menyusun budget pembelian obat," imbuh Dani.

( Satrio Wicaksono / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
20 April 2014 | 03:29 wib
Dibaca: 65
20 April 2014 | 03:14 wib
Dibaca: 101
20 April 2014 | 02:59 wib
Dibaca: 119
20 April 2014 | 02:44 wib
Dibaca: 164
20 April 2014 | 02:29 wib
Dibaca: 180
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER