panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 Februari 2013 | 16:36 wib
Hotel Tertinggi di Solo Dikebut 2,5 Tahun

SOLO, suaramerdeka.com - Pengerjaan proyek pendirian hotel di bekas Pabrik Rokok Faroka bakal segera dimulai. Ditargetkan, pengerjaan hotel setinggi 27 lantai ini akan makan waktu sampai 30 bulan. Hotel ini menjadi salah satu dari 19 hotel yang perizinannya telah disampaikan beberapa tahun lalu.

Setelah melewati proses perizinan dan sosialisasi dengan warga, pembangunan hotel akhirnya bisa dimulai. Pengerjaan hotel ditandai dengan prosesi groundbreaking pada Rabu (20/2) di area hotel setempat.

Hadir pada kesempatan tersebut, Wali Kota Surakarata Hadi Rudyatmo beserta dengan jajaran direksi PT Catur Putra Jati sebagai pengembang. Direktur Utama PT Catur Putra Jati, Edijanto Joesoef memaparkan belum menghitung secara rinci nilai investasi untuk mendirikan hotel di atas lahan seluas 12.156 meter persegi ini.

Namun, perkiraan kasar, pembangunan bakal memakan dana Rp 200 miliar. "Hotel ini akan berstandar bintang empat dengan 251 kamar. Kami juga akan melengkapi hotel dengan fasilitas meeting room, spa, fitness center, roof garden, serta ballroom," ucapnya.

Hotel setinggi 27 lantai ini juga akan memiliki satu lantai basement sebagai area parkir. Ditargetkan pembangunan akan rampung pada 2015 mendatang. Sayang, Edi masih enggan menyebutkan nama dan operator hotel yang berlokasi di Solo bagian barat ini. Hotel ini pernah disebut-sebut akan bernama Four Points dengan Sheraton sebagai operator.

Namun, Edi menampik kabar ini. Dia berasalan belum ada kesepakatan dengan operator manapun. Bahkan dia berani memastikan operator bukan merupakan Sheraton. Dalam sebuah karangan bunga yang dikirimkan pada acara tersebut, ucapan ditujukan kepada Hotel Konimex Solo.

Lagi-lagi Edi juga menyanggahnya, dia mengatakan penyebutan Hotel Konimex hanya sebagai kesalahan penulisan. "Yang jelas kami tidak akan mengoperasikan hotel ini sendiri, melainkan dengan menggandeng jaringan internasional," kata dia.

Proyek ini, bukan yang pertama dikembangkan PT Catur Putra Jati. Sebelumnya pengembang sudah terlebih dahulu mendirikan Hotel Holiday In Express di Semarang.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga memamerkan rendering alias sketsa desain hotel yang dikonsep sebagai green building. Selain memiliki roof garden, hotel ini juga akan memperkecil ukuran jendela di tiap kamar. Hal ini ditujukan agar energi untuk pendingin ruangan bisa dihemat.

Selain itu hotel ini juga akan melakukan daur ulang air. Dia yakin, peluang bisnis perhotelan di Solo akan makin bagus seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tidak hanya itu, akses transportasi baik dari darat atau udara yang makin bervariasi juga diharap mampu mendukung keberadaan bisnis perhotelan di Solo.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Ahyani menyebut, ada sejumlah hotel yang sedang dibangun sekarang ini. Selain hotel di eks Faroka, masih ada Hotel Anugerah Palace (HAP), Hotel di bekas Megaland Solo, Tune Hotel, serta Shantika.

( Astuti Paramita / CN19 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 3859
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 4190
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 4047
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 5175
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 3863
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
05 September 2014 | 23:00 wib
FOOTER