panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
17 Februari 2013 | 13:05 wib
Pemakai Narkoba Akan Alami Gangguan Jiwa

 

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tiap tahun pengguna narkoba mengalami peningkatan, meski jumlah peningkatan itu masih dalam pendataan. Tapi yang jelas pengguna narkoba di Indonesia mengalami kenaikan, terutama dikalangan anak-anak muda yang notabene calon pemimpin bangsa.

Bila kondisi ini dibiarkan, tentu sangat berbahaya baik sebagai bangsa maupun masa depan generasi muda selanjutnya. Sebab, pengguna atau pemakai barang haram itu sama sekali tidak ada manfaatnya, kalau tidak ingin mati muda.

"Biasanya pengguna atau pemakai narkoba, akan mengalami gangguan jiwa hingga kematian," kata Ketua DPD Gerakan Anti Narkotika (Granat) DIY, Feryan Harto Nugroho SH dihadapan mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) di Kampus II UTY, Glagahsari, Yogyakarta, Minggu (17/2) siang.   

Talkshow yang digelar UTY bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Anti Narkotika (Granat) DIY tersebut, mengambil tema "Kiat Bebas Dari Narkoba" yang dihadiri ratusan mahasiswa itu berlangsung khidmat, karena semua mahasiswa serius mengikuti acara itu hingga usai.

Lebih lanjut Feryan menjelaskan, secara rinci tentang bahayanya menggunakan barang haram tersebut. Selain itu, dia juga menjelaskan tentang berbagai jenis narkoba serta bagaimana cara mengonsumsinya dan bahaya akibat kecanduannya.

Sebab, kata dia, berdasarkan data pada 2011 Yogyakarta menempati urutan kedua jumlah pengguna narkoba setelah Jakarta. Sebagian besar, penggunanya mahasiswa.

Yogyakarta sebagai kota pelajar, tentu menjadi pasar yang cukup menjanjikan bagi para mafia narkoba. Padahal, risiko pengguna narkoba cukup parah kalau tidak boleh disebut cukup fatal bagi pengguna karena bisa menyebabkan kematian. Karena itu, mahasiswa harus dibentengi agar terhindar dari bahaya narkoba salahsatunya melalui talkshow atau diskusi tentang bahayanya
mengkonsumi narkoba ini.

Meskipun alat peraga hanya menggunakan gambar, namun upaya ini dinilainya sudah mencukupi untuk memperkenalkan narkoba. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda bisa menjauhi barang haram tersebut.

DPD Granat DIY percaya bila mahasiswa UTY tidak ada yang memakai narkoba. Hal ini dibuktikan pada tes yang dilakukan dua bulan lalu, bahwa semua mahasiswa UTY tidak ada yang menggunakan apalagi memakai narkoba.

"Kami bangga dengan mahasiswa UTY, karena berdasarkan tes yang kami lakukan dengan Hi-Lab beberapa bulan lalu ternyata hasilnya nagatif alias tidak ada satu-pun mahasiswa UTY yang menggunakan barang haram tersebut," katanya. "Ini cukup membanggakan bagi kami."

( Sugiarto / CN15 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 5778
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 6442
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 6231
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 7770
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 5998
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER