
BANDUNG, suaramerdeka.com - Forum e-Demokrasi (FeD) Jabar membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut terlibat dalam proses penghitungan hasil Pilgub Jabar yang dilakukan pada Minggu (24/2) mendatang. Ruang itu difasilitasi melalui program Tabulasi Suara Pembanding berbasis foto Formulir C2 plano.
Masyarakat bisa merekamnya lewat alat potret ketika usai dilakukan penghitungan oleh petugas di TPS di sekitarnya. Menurut Sekretaris FeD Jabar, Munawar Kholil, pihaknya akan menfasilitasi pelaporan tersebut lewat website http://www.fedindonesia.org. Masyarakat bisa mengupload data dari TPS di situs tersebut.
Diharapkan, data tersebut bisa dijadikan pembanding bagi hasil penghitungan di KPU mengingat penggunaan Formulir CS plano. FeD Jabar sendiri melakukan verifikasi terutama terhadap kemungkinan rekayasa foto kiriman. "Ada petunjuk pengiriman melalui web, smartphone, dan alternatif lewat email bebas," tandasnya yang juga merangkap sebagai penanggungjawab IT.
Pihaknya menyadari bahwa jaringan di Jabar dapat menjadi kendala. Dalam kaitan itu, pihaknya akan menjaring relawan di antaranya dari Panwaslu, mahasiswa, hingga Pramuka. Sebelum hari pencoblosan, pihaknya juga berupaya agar ponsel yang terbilang kolot bisa diakomodir sehingga dapat ikut pula terlibat.
Meski demikian, pihaknya tak menawarkan kecepatan hasil. Hasil akan dipajang per foto. Pihaknya tak akan menyimpulkan pemenang lewat penjumlahan. Sistem ini sebelumnya sudah digelar di Pilgub DKI lalu.
"Ini juga sebagai respon karena selama ini calon cenderung tidak percaya ke sesama calon, dan juga KPU sehingga ada saksi. Di negara lain tidak ada karena penggunaan e-voting misalnya," jelasnya.
Sekretaris KPU Jabar, Heri Suherman menyatakan bahwa program tersebut merupakan terobosan. "Apabila ada masalah, ternyata hasilnya berbeda mencolok, sampai mempengaruhi pasangan terpilih, ini akan jadi alat bukti yang bisa diajukan ke MK," jelasnya.
( Setiady Dwi / CN26 / JBSM )