panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 Februari 2013 | 14:16 wib
Komunitas Lupus Diluncurkan di Semarang
image

PEDULI LUPUS: Wakil Ketua Komunitas Lupus Semarang "Panggon Kupu", Heriyani menunjukkan buku panduan informasi lupus dan pin dalam peluncuran komunitas itu di Gedung Serba Guna RSUP dr Kariadi, Rabu (6/2). (Zakki Amali/suaramerdeka.com

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengidap penyakit lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di Semarang telah membentuk komunitas sebagai media penyebaran informasi dan sarana saling menguatkan sesama penderita. Komunitas bernama  "Panggon Kupu" diluncurkan Rabu (6/2), di Gedung Serba Guna RSUP dr Kariadi Semarang.

Peluncuran diawali dengan diskusi tentang penyakit ini oleh dr Bantar Suntoko SpPD-KR dan diteruskan berbagi pengalaman dengan Ketua Yayasan Lupus Indonesia, Tiara Savitri. Tiara mengatakan penyakit lupus adalah rejeki dari Tuhan.

"Jika kita memikirkan penyakit ini ternyata, punya berkah dan dampak positif  yang luar biasa. Orang dengan penyakit Lupus bisa beraktivitas normal seperti lainnya," katanya.

Hanya saja, minimnya pengetahuan dan informasi tentang lupus membuat orang yang terkena minder dan tidak ingin bersentuhan dengan lingkungan. Kendala yang dihadapai, katanya, seperti paparan sinar matahari akan merusak jaringan sel, tetapi jika dilakukan terapi dan pengobatan akan sembuh.

"Informasi yang mendidik dan pengobatan oleh dokter akan meminimalkan dampak penyakit lupus," ujarnya. Septiana Wardani, Ketua "Panggon Kupu".

Ia mengatakan jumlah anggota mencapai 40 orang. Terdiri atas lintas umur dan hampir semua mempunyai lupus. "Kami saling menguatkan dan mendorong aktif, jangan sampai kendor beraktivitas. Dan satu lagi selalu konsultasi dengan dokter spesialis yang paham dengan lupus," ujarnya.

Dokter Bantar menambahkan, pemerina lupus bisa hidup normal dan berkeluarga. Hanya saja, perlu pendampingan terus-menerus dalam setiap tahap. "Misalnya ketika memilih pasangan atau ingin punya anak, harus konsultasi. Sebab, pasangan lupus berpotensi menularkan ke anak. Tetapi dengan pendampingan dan obat, dimungkinkan anak bisa lahir normal," katanya.

( Zakki Amali / CN19 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
20 April 2014 | 08:07 wib
Dibaca: 140
20 April 2014 | 07:54 wib
Dibaca: 299
image
20 April 2014 | 07:40 wib
Dibaca: 312
20 April 2014 | 07:27 wib
Dibaca: 311
20 April 2014 | 07:20 wib
Dibaca: 20
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER