panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
31 Januari 2013 | 04:04 wib
Dugaan Suap Hakim Tipikor Semarang
Kartini Marpaung Berbelit-belit dalam Bersaksi

SEMARANG, suaramerdeka.com - Usai duduk selama 12 jam di kursi terdakwa Selasa (29/1) pagi hingga malam, Kartini Marpaung kembali menghadiri sidang, Rabu (30/1) pagi. Dalam persidangan kemarin, Kartini diperiksa hakim sebagai saksi atas terdakwa Sri Dartutik, dalam dugaan penguapan hakim Pengadilan Tipikor Semarang. Berkali-kali Kartini diperingatkan hakim karena berbelit-belit dalam memberi keterangan.

Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang yang diketuai Erentuah Damanik, Kartini mengaku tak pernah membicarakan perkara Muhamad Yaeni dengan Heru Kisbandono. Terlebih membicarakan soal uang untuk meringankan putusan kakak Sri Dartutik itu.

Kartini Marpaung, hakim adhoc (nonaktif) Pengadilan Tipikor Semarang itu diketahui beberapa kali bertemu Heru Kisbandono, hakim adhoc (nonaktif) Pengadilan Tipikor Pontianak. Dalam persidangan sebelumnya, Heru mengaku membicarakan bakal putsuan Muhamad Yaeni yang terjerat kasus penyimpangan dana perawatan mobil dinas sekretariat Dewan Grobogan.

“Tapi saya tidak pernah membicarakan perkara M Yaeni. Saya hanya berbicara persoalan kalangan hakim Tipikor. Soal usulan tunjangan kehormatan Rp 20 juta, soal rencana pembentukan asosiasi hakim adhoc Tipikor yang akan diketuai Pak Nawawi, juga soal rencana perjalanan liburan,” beber Kartini.

Dalam beberapa pertemuan, Kartini disertai hakim anggota lain kasus Yaeni, Asmadinata. Dikatakan Kartini, bahkan saat bertemu di Hotel Agas Solo, Kartini tidak ikut nimbrung bicara. Heru bicara dengan Asmadinata dan Kartini menikmati karaoke. “Jadi saya tidak tahu mereka bicara apa,” katanya.

Kartini juga menampik keterangan Pragsono dalam sidang sebelumnya. Diungkapkan Kartini dan Asmadinata mendatangi ruangan Pragsono, menanyakan apakah Pragsono bakal memegang perkara Yaeni, menggantikan Hakim Ketua Lilik Nuraini yang dimutasi ke Tondano. “Saya tidak pernah ke ruangan pak Pragsono menanyakan itu. Tidak tahu kalau Pak Asmadinata yang ke sana,” tandas Kartini.

Terkait penangkapan Kartini tanggal 17 Agustus 2012 di halaman Pengadilan Negeri Semarang, Kartini pun memberikan keterangan yang berbelit. Ia mengaku tidak tahu soal uang Rp 150 juta yang disita dari mobil Heru. Saat penangkapan, Kartini dan Heru berada di dalam mobil Heru, Suzuki Escudo warna silver. “Saya tahu soal uang itu setelah diperiksa yang ke dua di Gedung KPK Jakarta,” elak Kartini.

Bahkan ia mengaku tidak tahu saat jaksa menyodorkan barang bukti ciri-ciri mobil Heru. “Saya tahu warnanya, tapi saya tidak tahu merk mobil Pak Heru itu apa,” kata Kartini.

( Eka Handriana / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15233
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16120
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 15887
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18446
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15369
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER