panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 Januari 2013 | 16:44 wib
Realisasi Investasi Jateng Belum Penuhi Target

SEMARANG, suaramerdeka.com - Realisasi investasi di Jateng dari sektor PMA, PMDN, PPP, migas, pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat sepanjang 2012 mencapai Rp 93,3 triliun, atau belum mencapai target Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebesar Rp 110,805 trilliun.

Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng, Yuni Astuti mengatakan, total realisasi investasi di Jateng sepanjang 2012 masih kurang Rp 17 trilliun. Namun realisasi tersebut mengalami pertumbuhan dibandingkan 2011 yang hanya mencapai sebesar Rp 92,71 trilliun.

"Sektor swasta seperti penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN), masih menyumbang investasi terbesar. Sektor pemerintah hanya menyumbang 11% dari total investasi," katanya.

Meski target belum tercapai, namun dalam kurun waktu dua tahun terakhir, nilai investasi di Jateng selalu mengalami pertumbuhan. Pada 2011 mencapai Rp 92,71 trilliun bila dibandingkan dengan 2011 yang hanya Rp 72,2 triliun. Adapun 2012 mencapai Rp 93,3 triliun angka berjalan. "Kami optimistis, di 2013 target investasi Rp 114 triliun akan tercapai bahkan terlampaui," ujarnya.

Menurut dia, angka realisasi investasi tersebut belum final karena beberapa perizinan ada yang dikeluarkan oleh pusat. Angka pasti akan diketahui pada Februari setelah seluruh data masuk, termasuk data yang dikirimkan dari pusat.

Sementara itu realisasi dari sektor PMA dan PMDN selama 2012 mencapai Rp 52,964 triliun. Nilai dari sektor PMA sebesar Rp 38,391 triliun, PMDN Rp 14,573 triliun. BPMD Jateng telah mengeluarkan izin prinsip untuk 41 proyek PMA dan 38 proyek PMD, serta izin usaha tetap untuk 30 proyek PMA dan 18 proyek PMDN.

"Investasi terbesar berasal dari industri garmen, plastik, dan semen. Saat ini porsi industri garmen mulai menurun, karena tergeser oleh industri lain yang mulai tumbuh seperti hotel, kawasan industri, plastik, dan semen," tuturnya.

Guna mendorong kinerja investasi, lanjutnya, pemerintah mendorong tersedianya infrastruktur yang memadai seperti pengembangan Bandara Ahmad Yani, pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas, proyek rel ganda kereta api, dan jalan tol Semarang-Solo. Sebab animo investor terhadap ketersediaan infrastruktur sangat tinggi.

"Investor akan berminat investasi bila infrastruktur memadai. Salah satu kunci pengembangan investasi di Jateng adalah pelabuhan dan bandara sebagai pintu ekspor impor," paparnya.

( Fani Ayudea / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
31 Juli 2014 | 04:14 wib
Dibaca: 61
31 Juli 2014 | 03:59 wib
Dibaca: 45
31 Juli 2014 | 03:45 wib
Dibaca: 172
31 Juli 2014 | 03:30 wib
Dibaca: 139
31 Juli 2014 | 03:14 wib
Dibaca: 192
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER