
BOYOLALI, suaramerdeka.com - 108 desa di wilayah Kabupaten Boyolali dijadwalkan menggelar pilkades serentak, 20 Maret mendatang. Pilkades tersebut masih menggunakan cara pemilihan konvensional.
"Dimana pemilih ,mencoblos tanda gambar," ujar Kabag Pemdes, Susilo Hartono, Selasa (22/1).
Dijelaskan, di setiap desa tersebut sudah terbentuk panitia pilkades.
"Masing – masing desa penyelenggara pilkades sejak 7 Januari 2013 sudah membentuk kepanitiaan pilkades. Pembentukan panitia dilakukan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD)."
Calon kades, juga diberi kesempatan untuk melakukan kampanye selama sehari. Waktunya, sehari sebelum pilkades digelar.
Kampanye dimaksudkan agar calon kepala desa yang dinyatakan lolos seleksi memiliki kesempatan untuk mengenalkan diri kepada masyarakat, sekaligus memaparkan visid an misi.
Sementara untuk pelaksanaan pilkades dengan sistem e-voting akan dilaksanakan tanggal 5 Maret, 7 Maret, 14 ,dan 16 Maret. Lima desa dijadwalkan bakal menggelar pilkades dengan sistem baru tersebut.
Yaitu, Desa Kebon Gula, Kecamatan Musuk; Kebon Bimo, Kecamatan Boyolali, Desa Gondang Slamet, Kecamatan Ampel; Karangnongko, Kecamatan Mojosongo dan Desa Genting, Kecamatan Cepogo.
Pilkades dengan sistem e-voting merupakan pertama kalinya di Indonesia. E-voting pernah dilaksanakan di Bali namun untuk pelaksanaan pemilihan kepala dusun. Sistem pemilihan tersebut memiliki kelebihan dibandingkan cara konvensional.
"Lebih efisien dan efektif dimana hasil pemungutan suara langsung dapat dilihat dalam waktu sangat cepat. Dalam hitungan menit bahkan detik hasil pemungutan bisa diketahui."
( Joko Murdowo / CN37 / JBSM )