panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 Januari 2013 | 00:35 wib
Relawan Diajari Teknik Evakuasi dan P3K
image

PERTOLONGAN PERTAMA: Sejumlah relawan belajar melakukan pertolongan pertama pada korban bencana alam. Relawan disarankan memahami manajemen bencana dan kemampuan P3K. (suaramerdeka.com/MH Habib Shaleh)


MUNTILAN, suaramerdeka.com -
Sebanyak 175 relawan dari berbagai komunitas diajari teknik-teknik melakukan evakuasi dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Dua kemampuan tersebut dinilai penting untuk mengantisi kemungkinan banjir lahar dari Gunung Merapi.

Para peserta pelatihan terlebih dulu diberikan penjelasan mengenai pertolongan pertama pada korban akibat bencana alam, terutama korban yang mengalami patah tulang.

Setelah itu, peserta diminta melakukan praktik langsung dalam menangani korban banjir lahar yang mengalami patah kaki. Diharapkan relawan akan memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung sehingga mereka akan bisa menangani korban dengan baik.

Materi pelatihan disampaikan Komandan SAR Kabupaten Magelang Heri Prawoto, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Joko Sudibyo, tim PMI, serta Relawan Indonesia (Relindo) Jawa Tengah.

Ketua Relindo Kabupaten Magelang Andi mengatakan peserta pelatihan tidak hanya anggota relawan Relindo namun juga relawan dari Komunitas Empat Sekawan, Linang Sayang dan lainnya.

"Kami menargetkan peserta 100 relawan namun yang ikut pelatihan 175 orang. Ini bagian persiapan kita untuk mengantisipasi banjir lahar," kata Andi di sela-sela launching Relindo Kabupaten Magelang di Balai Desa Tamanagung,
Muntilan, Minggu siang (14/1).

Menurut Andi sebagian relawan selama ini belun dibekali pengetahuan dan ketrampilan melakukan evakuasi korban maupun memberikan pertolongan pertama pada korban. Padahal hal ini dinilai penting guna melakukan penyelamatan yang aman dan tidak membahayakan korban.

Komandan SAR Kabupaten Magelang Heri Prawoto menjelaskan bahwa relawan di Magelang tumbuh dari kesadaran masyarakat. Hal ini merupakan respon atas banyaknya bencana alam seperti erupsi Merapi, banjir lahar, puting beliung, dan tanah longsor.

"Perlu diadakan pelatihan untuk para relawan agar memiliki keahlian spesifik. Relawan juga harus memamai aturan dan UU yang berlaku," kata Heri Prawoto.

( MH Habib Shaleh / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 April 2014 | 06:40 wib
Dibaca: 163
25 April 2014 | 06:30 wib
Dibaca: 239
25 April 2014 | 06:20 wib
Dibaca: 320
25 April 2014 | 06:10 wib
Dibaca: 264
25 April 2014 | 06:00 wib
Dibaca: 361
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER