panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
12 Januari 2013 | 02:47 wib
Dirut PDAM Jepara Diusulkan Berhenti Sementara

JEPARA, suaramerdeka.com - Direktur Utama Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Jepara Drajat Widjayanto dan Direktur Teknik PDAM Suprojo diusulkan Dewan Pengawas perusahaan itu untuk diberhentikan sementara. Hal itu terkait penetapan status tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara atas dua orang tersebut.

Ketua Dewan Pengawas PDAM, Edi Sujatmiko mengatakan, usulan itu sedang diproses. "Kami sedang memproses usulan pemberhetian sementara dua orang di direksi PDAM ke Pak Bupati (Ahmad Marzuqi). Ini sudah kami bahas dan kami kaji terkait aturan yang ada," kata Edy, Jumat (11/1), menanggapi penilaian bahwa Dewan Pengawas tidak berani mengambil sikap terkait kasus ini.

Dia mengatakan, dua aturan yang melandasinya adalah Permendagri No 2/2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM dan Perda Jepara No 6/2012 tentang PDAM. JIka yang bersangkutan diduga kuat terlibat kasus hukum, maka Dewan Pengawas diwajibkan untuk menyampaikan usulan pemberhentian sementara.

"Salah besar kalau ada yang menilai kami tidak mengambil sikap dalam masalah ini. Kami sudah melakukan apa yang harus kami lakukan," lanjutnya.

LP3In (Lembaga Pelayanan dan Pengaduan Publik Independen) Jepara, Jumat (11/1), mempertanyakan sikap Pemkab terkait masalah tersebut. "Kalau aturannya, mesti ada pemberhentian sementara," kata Muhammad Shodiq, ketua LP3In.
 
Selain itu, lembaga swadaya masyarakat itu baru-baru ini mengirim surat ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia terkait perkembangan kasus. "Kejari yang sampai saat ini hanya fokus pada masalah Mark-Up Sambungan Rumah (SR). Padahal ada beberapa dugaan korupsi yang disampaikan berikut bukti-buktinya. Di antaranya adalah dugaan mark-up pengadaan aksesoris, pengadaan meter air, dan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kami mengapresiasi Kejari yang sudah menetapkan dua tersangka. Namun kami sudah sampaikan beberapa indikasi adanya korupsi pada hal lain di PDAM Jepara dan kini kami sampaikan ke Kejagung," imbuhnya.

Beberapa waktu lalu Kepala Seksi Intel Kejari Jepara, Ginung Pratidina SH menyatakan masih menunggu hasil audit BPKP terkait berkas-berkas yang diserahkan dari hasil penggeledahan di PDAM Jepara.

( Moh Sanomae / CN15 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
17 April 2014 | 07:58 wib
Dibaca: 77
17 April 2014 | 07:49 wib
Dibaca: 172
17 April 2014 | 07:31 wib
Dibaca: 262
17 April 2014 | 07:22 wib
Dibaca: 328
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER