panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 Januari 2013 | 09:39 wib
Tujuh Sumur Minyak Tua di Blora Tidak Ada Minyaknya
.

BLORA, suaramerdeka.com - Tujuh sumur minyak tua yang izin pengelolaannya dimiliki PT Blora Patra Energi (BPE) Blora ternyata tidak menghasilkan minyak.

Padahal biaya ratusan juta telah dikeluarkan untuk proses operasional pengambilan minyak di sumur tersebut. Namun lantaran biaya sepenuhnya ditanggung investor, PT BPE pun terhindar dari kerugian.

‘’Kalau ternyata sumur minyak tuanya tidak menghasilkan minyak, itu sudah resiko investor. Sebaliknya, jika ternyata jumlah minyaknya banyak, tentu yang akan mendapat keuntungan adalah investor,’’ ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur
Utama (Dirut) PT BPE, Christian Prasetya, Rabu (9/1).

Yang dimaksud dengan sumur tua adalah sumur-sumur minyak bumi hasil pemboran yang dilakukan sebelum 1970, yang pernah berproduksi. Letaknya di wilayah kerja kontraktor kontrak kerja sama, namun tidak diusahakan lagi berdasarkan pertimbangan teknis dan ekonomis.

Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) selanjutnya mengeluarkan kebijakan dengan memberikan kesempatan kepada KUD dan BUMD mengelola sumur peninggalan Belanda tersebut.
 
Di tahun 2010, pemerintah memberikan izin kepala PT BPE untuk mengelola sebanyak 36 sumur minyak tua di wilayah Blora, Jawa Tengah. PT BPE yang juga BUMD milik Pemkab Blora itu selanjutnya menggandeng sejumlah investor dan penambang lokal untuk mengelola sumur tersebut.

Namun dari 36 sumur, hanya 10 saja yang diusahakan produksi minyaknya. Sementara sisanya belum dilakukan karena masih terkendala izin penggunaan lahan hutan jati. Pasalnya sumur tersebut terletak di kawasan hutan jati milik Perhutani.

Menurut Christian Prasetya dari 10 sumur yang diupayakan berproduksi ternyata hanya tiga sumur yang mengandung minyak. ‘’Tujuh sumur kosong,’’ tegasnya.

Ketujuh sumur itu antara lain terletak di kawasan Temetes Kecamatan Banjarejo, Petak Kecamatan Kedungtuban dan Lusi di Kecamatan Jati. Sedangkan sumur yang terdapat minyaknya adalah di kawasan Kedinding di Kecamatan Kedungtuban.

‘’Penambangan minyak di sumur tua itu resiko kegagalannya memang cukup tinggi. Sebab sumur itu di jaman dulu pernah diusahakan produksi minyaknya. Namun karena tidak ekonomis akhirnya tidak diusahakan lagi,’’ tandasnya.

Namun sebaliknya, jika masih mengandung minyak apalagi dalam jumlah besar,  sumur tua tersebut bisa menjadi sandaran hidup bagi penambang lokal dan bahkan memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD).

Christian Prasetya mengungkapkan dari tiga sumur yang minyaknya sudah berproduksi diperoleh pendapatan pada tahun 2012 sekitar Rp 250 juta bagi PT BPE.

( Abdul Muiz / CN19 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15253
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16144
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 15912
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18471
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15394
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER