panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Januari 2013 | 16:43 wib
Kapal Terombang-ambing di Pantai Kartini Berhasil Dievakuasi

JEPARA, suaramerdeka.com - Kapal Motor Putra Sani milik nelayan Karimunjawa, Jepara, berhasil dievakuasi setelah sempat terombang-ambing di tengah laut ke Dermaga Pantai Kartini Jepara, Sabtu (5/1). Kapal tersebut berada di antara Pulau Mandalika dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Proses evakuasi yang dipimpin Dandim 0719/Jepara Letkol Inf DK Subandi serta Wakapolres Kompol Sugeng Tiyarto selesai sekitar pukul 09.30. Empat nelayan asal Karimunjawa yang berada di kapal tersebut juga berhasil dievakuasi tim relawan search and rescue gabungan dengan selamat.

Keempat nelayan itu, Kardin (45), Zainal (25), Mustakmir (55), dan Ridwan (30). Semuanya adalah warga RT 3 RW 1 Desa Parang Kecamatan Karimunjawa. Di mana keempatnya sedang melakukan perjalanan dari Dermaga Pantai Kartini menuju Pulau Parang.

Mereka berangkat pada Jumat (4/1) sekitar pukul 08.00 dengan muatan es balok sebanyak 160 kotak. Pada saat perjalanan, sekitar pukul 12.00, di sebelah utara PLTU, kapal mereka terhempas ombak. Akibatnya, air laut masuk ke dalam perahu.

Menurut Mustakmir, langkah yang dilakukan adalah mematikan mesin agar tidak rusak karena terendam air laut. "Saat air di dalam perahu dikuras, tiga mesin yang ada di perahu sudah rusak dan tidak dinyalakan," jelasnya.

"Kami akhirnya panik karena mesin tak hidup. Sementara ombak laut terus membesar disertai angin kencang. Saat itu ketinggian ombak antara 1,5 sampai 2 meter dengan kecepatan angin lebih dari 20 knot," imbuhnya.

Mereka lantas memberi kabar kepada saudara di Jepara mengenai kondisi kapal yang terombang-ambing di laut. Informasi itu dilanjutkan ke SAR Jepara yang kemudian dilakukan evakuasi oleh tim SAR gabungan yeng terdiri dari TNI, Polri, SAR Jepara, Basarnas, BPBD, Kamla, dan Jepara Rescue mulai Jumat (4/1) malam pukul 19.30.

Usai proses evakuasi, Dandim 0719/Jepara Letkol Inf DK Subandi menjelaskan, pencarian empat nelayan tersebut dibantu dengan take boat milik PLTU. Tanpa menggunakan alat itu, tim SAR tidak berani melakukan pencarian dikarenakan kondisi gelombang laut sangat tinggi.

"Memang harus pinjam take boat dengan kondisi gelombang pada saat itu. Jika tidak, perahu Tim SAR tak berani melakukan pencarian karena ukuran kecil," katanya.

( Akhmad Efendi / CN15 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
29 Juli 2014 | 05:27 wib
Dibaca: 16
29 Juli 2014 | 04:57 wib
Dibaca: 93
29 Juli 2014 | 04:42 wib
Dibaca: 137
29 Juli 2014 | 04:27 wib
Dibaca: 213
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER