panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
04 Januari 2013 | 04:24 wib
Banjir di Kragilan Rendam Puluhan Rumah
image

TERGENANG: Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten tergenang akibat hujan deras yang turun sejak Rabu (2/1) sampai Kamis malam.(suaramerdeka.com / Merawati Sunantri)

 

KLATEN, suaramerdeka.com - Puluhan rumah di Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten terendam akibat hujan deras yang turun sejak Rabu (2/1) siang hingga Kamis (3/1) dinihari.

Sebelumnya, banjir hanya melanda area persawahan, namun kini melanda pemukiman warga. Desa yang berlokasi di perbatasan Gunung Kidul itu memang menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Wilayahnya terletak di sebelah utara pegunungan selatan, sehingga air hujan di pengunungan mengalir ke bawah dan menggenangi kawasan itu. Tak hanya itu, banjir kadang juga disebabkan lupan Sungai Dengkeng.

Kali ini, genangan yang biasanya hanya mengenangi persawahan mencapai pemukiman warga di Dukuh Balong dan Dukuh Teluk. Kemarin pagi, banjir yang menggenangi pemukiman sudah mulai surut.

Sejumlah warga membersihkan halaman dan rumah yang terkena genangan air dari sawah.

"Bila hujan turun terus menerus, daerah ini akan banjir karena avur (saluran air di bawah sungai) tidak bisa menampung air. Hal itu masih ditambah, luapan air dari Sungai Dengkeng, sehingga genangan air di persawahan semakin tinggi," kata Kepala Dusun 1 Desa Kragilan, Mulyono, Kamis (3/1).

Menurutnya, luas sawah yang terendam berkisar dari 40 hektare di Balong Wetan dan Balong Kulon, serta di Dukuh Teluk. Avur yang menjadi saluran pembuangan air tdak bisa berfungsi dengan baik.

Pemerintah desa sudah melaporkan masalah itu ke Pemkab Klaten agar bsia mendapatkan perbaikan. Akibat daerah itu menjadi langganan banjir, banyak petani yang mengalami gagal panen akibat lahannya terendam.

Bila padi yang masih proses semai terendam, maka akan dengan cepat membusuk. Begitu pula bila sudah hampir panen pun akan rusak bila terendam dalam waktu lama.

( Merawati Sunantri / CN37 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
20 April 2014 | 05:54 wib
Dibaca: 68
20 April 2014 | 05:40 wib
Dibaca: 115
20 April 2014 | 05:27 wib
Dibaca: 249
20 April 2014 | 05:13 wib
Dibaca: 310
20 April 2014 | 04:58 wib
Dibaca: 236
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER