panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Januari 2013 | 01:22 wib
OJK Siap Gantikan Fungsi Bapepam LK

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mulai 2 Januari 2013, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggantikan fungsi pengawasan dan pengembangan pasar modal yang selama ini berada di tangan Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Kementerian Keuangan. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang OJK.

Ketua OJK Muliaman D. Hadad menyatakan kesiapan lembaga OJK dalam melanjutkan tugas Bapepam LK.

"Sungguh tugas yang sangat berat dan apa yang dilakukan Menteri Keuangan akan kami lanjutkan, keinginan untuk memperbaiki kinerja pasar modal dan lembaga keuangan non bank," kata Muliaman ditemui saat acara pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2013, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (2/1).

Menurutnya, OJK akan melakukan 2 hal yang terkait amanat UU OJK yaitu keinginan untuk meningkatkan kinerja keuangan nasional dan keinginan untuk meningkatkan edukasi keuangan di masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan ini tetap terjaga industri keuangan dan bisa stabil sehingga dapa melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat," tambahnya.

Muliaman meminta dukungan kerjasama dari berbagai pihak terkait fungsi OJK tersebut. Selanjutnya, sesuai dengan aturan OJK, pada awal 2014 pengawasan perbankan akan dialihkan dari BI ke OJK.

Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner OJK Nurhaida menambahkan pihaknya akan menciptakan suasana pasar modal yang kondusif melalui suatu regulasi.

"Kita ingin lebih banyak yang dilakukan regulator melakukan sesuatu suasana kondusif dengan aturan lebih sesuai bagi investasi," tutur Nurhaida yang bertugas mengawasi Pasar Modal.

Selain itu, lanjutnya, OJK sebagai regulator juga akan melakukan pendekatan kepada para calon emiten untuk memberikan keyakinan tentang manfaat dan keamanan melantai di bursa.

"Kedua adalah dengan melakukan pendekatan pihak potensial untuk lakukan IPO (penawaran saham perdana) dari sisi IPO-nya juga mesti ada pemberian edukasi bagi investor dan masyarakat agar sisi demand dan supply ketemu," jelasnya.

Nurhaida menilai pasar modal di tahun 2013 masih menghadapi berbagai tantangan. Misalnya jumlah perusahaan yang IPO di bursa dari tahun ke tahun yang masih sedikit. 

( Kartika Runiasari / CN19 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
23 Juli 2014 | 02:43 wib
Dibaca: 62
23 Juli 2014 | 02:27 wib
Dibaca: 181
23 Juli 2014 | 02:12 wib
Dibaca: 136
23 Juli 2014 | 01:58 wib
Dibaca: 118
image
23 Juli 2014 | 01:38 wib
Dibaca: 164
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER