panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 Desember 2012 | 22:09 wib
Sosialisasi RAPBS Online Diintensifkan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sosialisasi pelaporan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) secara online mesti diintensifkan hingga tingkat RT/RW. Hal itu UNTUK menunjukkan keseriusan Pemkot terhadap transparansi pengelolaan dana yang dilakukan pihak sekolah.

"RAPBS online ini hanya jadi pintu masuk untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Patut diapresiasi, namun implementasinya perlu dikawal bersama," ujar Ariyanto Nugroho, Koordinator Program Good Governance dan Anti Korupsi Pattiro saat dihubungi, Jumat (28/12).

Transparansi RAPBS, lanjutnya, jika benar dilakukan untuk bisa diakses masyarakat umum maka akan berdampak baik. Namun apakah masyarakat yang mengakses data RAPBS ini sepenuhnya bisa memahami mata anggaran yang ada di dalamnya.

Untuk itu, penekanan mengenai penganggaran perlu juga dijelaskan melalui sosialisasi. Pasalnya, selama ini mungkin masyarakat hanya mengetahui besaran RAPBS tanpa mengetahui perinciannya. Dengan menampilkannya melalui situs Dinas Pendidikan (Disdik) dan sosialisasi hingga lapis bawah, masyarakat dapat mengetahui besaran dan perincian RAPBS sekolah tempat anaknya belajar.

"Semisal sekolah menganggarkan pembelian LCD, siswa bisa mengetahui apakah pengadaannya tersebut fiktif atau tidak. Begitu pun pungutan yang dilakukan sekolah, jika tidak tercantum dalam RAPBS maka pungutan tersebut bisa dikatakan liar," katanya.

Sehubungan hal itu, dia menyorot peran komite sekolah sebagai mitra sekolah dalam merancang dan melaksanakan program pendidikan, baik program pembangunan fisik maupun non fisik. Dikatakannya, peran komite sebenarnya teramat besar bagi kesuksesan sebuah sekolah, tapi sejauh ini masih kurang berperan.

Komite, lanjutnya, dipandang masih tidak memahami tupoksinya bahkan anggapan itu muncul karena mereka dipilih oleh kepala sekolah. "Pada umumnya yang ditunjuk sekolah sebagai komite justru malah orang-orang sibuk. Padahal komite berperan memberi pertimbangan dan pengesahan terhadap penganggaran yang dilakukan sekolah, untuk disetujui sebagai RAPBS dan disahkan menjadi APBS," tukasnya.

( Hartatik / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 13219
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13955
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13729
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 16117
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 13293
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER