panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Desember 2012 | 14:45 wib
Pelaksanaan UMK 2013
Tidak Ada Perusahaan Ajukan Penangguhan

KUDUS, suaramerdeka.com - Hingga batas akhir yang telah ditentukan, Kamis (20/12), Dinsosnakertrans Kabupaten Kudus tidak menerima pengajuan penangguhan pembayaran Upah Minumum Kabupaten (UMK) 2013 sebesar Rp 990 ribu. Berdasarkan hal tersebut, mulai awal tahun depan perusahaan harus tetap menjalankan ketentuan soal pengupahan dengan besaran nominal sesuai ketentuan.

Kadinsosnakertrans Budi Rahmad melalui Kabid Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan, Djoko Sugono mengemukakan hal itu kepada Suara Merdeka, Jumat (21/12). Ditambahkannya, secara normatif hal tersebut dianggap sebagai kesanggupan perusahaan untuk dapat membayar UMK 2013. "Ketentuan tersebut tetap harus dijalankan," imbuhnya.

Terkait pengawasan, pihaknya akan memulainya pada 1 Februari mendatang. Tim terpadu yang melibatkan sejumlah pihak mulai dari dinas, pengusaha dan pekerja, akan mulai menjalankan tugasnya. Mereka akan mendatangi langsung perusahaan dan meminta keterangan dari buruh.

Tidak hanya itu, catatan administrasi pembayaran upah juga akan diteliti. "Kami ingin memastikan data langsung dari pekerja," tandasnya.

Soal pelanggaran, tetap akan diproses. Institusi itu juga membantah melakukan pembiaran terhadap pelanggaran pembayaran UMK. Hanya saja, secara regulasi pemberian sanksi dianggap mempunyai sejumlah keterbatasan.

Misalnya, ketika diketahui perusahaan tersebut tidak dapat membayar UMK sesuai ketentuan, pihaknya harus melakukan pembinaan terlebih dahulu. Selama enam bulan setelah perusahaan mendapat nota terkait pelanggaran yang dilakukan, merupakan batas waktu bagi mereka untuk dapat melaksanakan ketentuan itu. "Saat hal tersebut dilakukan, pelaksanaan UMK yang baru sudah akan dimulai," ujarnya.

Kondisi tersebut seringkali disalahartikan pihak tertentu yang menuding institusinya melakukan pembiaran. Padahal, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya perusahaan yang melanggar tetap diproses. "Kami akan mengupayakan proses pemantauan akan lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya," tandasnya.

( Anton WH / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 24410
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 26057
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 25728
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 29072
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 25025
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER