panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 November 2012 | 23:59 wib
UMK Kota Tegal Tahun 2013 Naik Menjadi Rp Rp 860.000


TEGAL, suaramerdeka.com -
Upah Minimum Kota (UMK) Tegal pada tahun 2013 akan mengalami kenaikan menjadi 860.000. Dengan demikian, apabila dibandingkan dengan UMK tahun 2012 sebesar Rp 795.000 terjadi kenaikan sebesar Rp 65.000.

"Dengan jumlah tersebut berarti angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sudah dapat terpenuhi sampai 101 persen," ujar Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal, H Sumito SIP, Minggu (18/11).

Menurut dia, apabila dibandingkan dengan daerah sekitar, Kota Tegal merupakan salah satu dari lima daerah yang KHL-nya mencapai 100 persen. Kenaikan UMK yang baru untuk Kota Tegal juga lebih tinggi dari Kabupaten Brebes maupun Kabupaten Tegal. "Jumlah total perusahaan di Kota Tegal dari yang usaha kecil, menengah maupun usaha besar mencapai sekitar 459 perusahaan. Dari jumlah tersebut, ternyata pada tahun 2012 masih ada empat perusahaan skala kecil yang mendapatkan surat teguran karena tidak membayar pekerja sesuai UMK," ujarnya.
 
Dia mengemukakan, pihaknya meminta pada tahun 2013 perusahaan-perusahaan yang belum membayar sesuai UMK dapat mematuhi aturan. Apabila, mereka tidak menaati aturan, maka akan diberikan sanksi sesuai aturan perundang-undangan. "Untuk sosialiasasi kenaikan UMK akan kami lakukan mulai akhir bulan ini," katanya.

Anggota Dewan Pengupahan Kota Tegal, Asmawi Aziz menambahkan, dalam proses pembahasan untuk kenaikan UMK meliputi berapa indikator yang menjadi bahan pertimbangan. Antara lain, KHL, indek harga kosumen, kemampuan perkemabangan dan kelangsungan perusahaan, kondisi pasar kerja dan produk domestik regional bruto (PDRB). Selain itu, juga mempertimbangkan hasil evaluasi tahun kemarin masih adanya sejumlah perusahaan yang belum membayar karyawan sesuai UMK.

"Pembahasan sempat alot karena serikat buruh menginginkan kenaikan yang tinggi, namun perwakilan pengusaha meminta untuk melihat realitas di lapangan banyak perusahaan yang kesulitan berkembang," katanya.

Asmawi menegaskan, dengan telah diputuskannya kenaikan UMK menjadi Rp 860.000, pihaknya meminta kepada pengusaha untuk menaati aturan dan membayar karyawannya sesuai dengan UMK. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta situasi yang kondusif serta perkembangan perusahaan bisa berjalan lancar.

( Wawan Hudiyanto / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 2733
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 2897
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 2716
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 3679
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 2681
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
02 September 2014 | 12:53 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:56 wib
FOOTER