
KUDUS, suaramerdeka.com - Bila tidak ada perubahan agenda, akhir tahun ini Pemerintah Kabupaten Kudus akan meresmikan koperasi pedagang kaki lima (PKL) dan Usaha Mikro Kecil dan Menenengah (UMKM) di wilayahnya.
Pelaku usaha tersebut sebelumnya menggelar dagangan di dekat sejumlah sekolah. Pembentukan koperasi tersebut dimaksudkan sebagai rintisan usaha menjadikan mereka sebagai pengusaha.
Bupati Kudus H Musthofa mengemukakan hal itu kepada Suaramerdeka.com, Selasa (13/11). Ditambahkannya, bila membentuk koperasi maka pengembangan usaha akan lebih mudah dilakukan. ''Jumlah anggota sementara sudah mencapai puluhan,'' katanya.
Pihaknya sudah meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk terlibat langsung dalam pembinaan PKL tersebut. Dari sisi pengembangan usaha, dinas yang terkait dengan pengembangan UMKM diminta untuk terjun langsung. Sedangkan mengenai lokasi usaha, diupayakan kerjasama dan koordinasi dengan Disdikpora.
''Terkait kualitas makanan yang disajikan, mereka juga akan mendapat supervisi dari Dinas Kesehatan,'' paparnya.
Berbagai rangkaian usaha tersebut dimaksudkan agar PKL tidak hanya sekedar berjualan di tepi jalan. Melalui pembinaan yang simultan diharapkan usaha yang dilakukan dapat lebih maju. ''Baik dari sisi kualitas maupun kualitasnya,'' ungkapnya.
Untuk sementara, lokasi memang diarahkan ke sejumlah sekolah. Namun begitu, tidak menutup kemungkinan hal tersebut akan dilakukan di kawasan lainnya.
''Awalnya, memang muncul keinginan dari pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sekitar sekolah. Hal serupa akan dilakukan pedagang di wilayah lainnya,'' tandasnya.
Soal modal usaha, sejak awal pihaknya meyakinkan agar koperasi dapat mengembangkan usaha terlebih dahulu. Bila hal itu sudah dilakukan, dipastikan lembaga keuangan secara otomatis akan tertarik untuk ikut membantu. Pihaknya juga siap memfasilitasi dengan sejumlah lembaga perbankkan.
''Melalui berbagai upaya tersebut, tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi pengusaha suatu ketika,'' imbuhnya.
( Anton WH / CN34 / JBSM )