panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 November 2012 | 08:17 wib
BUMN Berpeluang Kelola Outsourching

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kepala Biro Hukum Kementerian BUMN Hambara SH MHum menegaskan, Kementerian BUMN berencana akan menambah satu lagi perusahaan BUMN. Dengan demikian Kementerian BUMN akan mengelola 142 perusahaan dari sebelumnya mengelola 141 perusahaan. "Sebentar lagi akan jadi 142," katanya.
 
Kendati belum menyebutkan jenis usaha yang akan dikelola, namun Dia menuturkan, tidak menutup kemungkinan BUMN akan mengelola usaha outsourching yang kini tengah menjadi pembahasan alot antara pemerintah dengan para pengusaha. "Mungkin saja ada BUMN yang mengelola outsourching. Soalnya outsouching jadi perhatian pemerintah," ungkapnya.
 
Dia menyebutkan, saat ini jenis usaha yang dikelola oleh BUMN cukup beragam yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Mulai dari persuahaan peternakan, perkebunan, minyak dan gas bumi hingga perusahaan penggerak tenaga kerja. Namun perusahaan yang mengelola usaha outsourching belum ada.
 
Menyinggung tentang pengelolaan keuangan BUMN yang kini banyak disorot oleh masyarakat dan para politisi Senayan, mendorong BUMN membentuk forum hukum BUMN. Forum tersebut akan mengkaji tentang berbagai kasus hukum yang mendera beberapa perusahaan BUMN.

Menurutnya, beragamnya tugas BUMN tidak bisa dilepas dari regulasi sektoral. "Kadang regulasi tidak dikawal bisa jadi bumerang. Forum ini melakukan kajian terjadap UU yang sudah ada dan UU yang akan ada," tegasnya.
 
Dekan FH Drs Paripurna Sugarda SH LLM mengatakan, pengelolaan keuangan perusahaan BUMN tidak hanya mengejar profit namun juga dituntut memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.  Paripurna mencontohkan, BUMN akan dirindukan kehadirannya saat berada di garis terdepan saat terjadi bencana.

BUMN juga dituntut memberikan kontribusinya dalam bentuk membagi keuntungan untuk menjaga kondisi moneter saat terjadi krisis ekonomi. "Tapi bila BUMN menjual sahamnya, dianggap itu privatisasi menjual aset negara," ujarnya.

( Bambang Unjianto / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15205
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16087
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 15855
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18410
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15338
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER