panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
04 November 2012 | 21:44 wib
Harga Pasir Melonjak, Jateng Inflasi 0,12 Persen

SEMARANG, suaramerdeka.com - Jateng kembali mengalami inflasi pada Oktober 2012 sebesar 0,12 persen, dengan indeks harga konsumen (IHK) 131,61 poin. Penyebabnya adalah kenaikan harga pasir untuk semua jenis, baik pasir kalibodri, pasir muntilan, maupun pasir gunung. Sebelumnya pada September 2012, provinsi ini mengalami deflasi 0,16 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Jam Jam Zamachsyari mengatakan, kenaikan harga pasir terjadi karena tingginya permintaan akibat banyaknya proyek pembangunan yang ditarget selesai pada tahun anggaran 2012. Permintaan pasir yang meningkat tersebut mengakibatkan ketersediaan pasir menipis dan harganya mengalami lonjakan.

"Harga pasir kalibodri yang semula Rp100.000 per rit,  naik 10 persen menjadi Rp 110.000 per rit, pasir muntilan yang sebelumnya Rp 196.000 menjadi Rp 201.400 atau naik 2,76 persen, dan pasir gunung yang semula harganya Rp 119.400 naik 1,68 persen menjadi Rp 121.400," katanya, Minggu (4/11).

Selain harga pasir, harga cabai, daging ayam ras, emas perhiasan,dan jeruk juga meyumbang inflasi. Kelompok bahan pangan ini memberikan sumbangan terhadap inflasi sebesar 0,06 persen, disusul kelompok perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar sebesar 0,22 persen dan kelompok sandang sebesar 0,61 persen.

"Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga turut memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,08 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi serta jasa keuangan sebesar 0,09 persen," ujarnya.

Jika dilihat dari enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa, semua kota mengalami inflasi. Dari empat kota survei biaya hidup (SBH), menurut dia, tiga kota diantaranya mengalami inflasi dan satu kota deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Solo sebesar 0,32 persen dengan IHK sebesar 123,83 poin, disusul Purwokerto 0,29 persen dengan IHK sebesar 133,26 poin, Kota Semarang 0,07 persen dengan IHK 133,76 poin, dan Kota Tegal mengalami deflasi 0,1 persen.

"Kami optimistis target laju inflasi di Jateng sebesar 5 persen plus minus 1 tahun ini akan tetap terjaga, karena laju inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2012 telah mencapai sebesar 3,83 persen, sedangkan laju inflasi year on year sebesar 4,74 persen," tuturnya

( Fani Ayudea / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
23 Juli 2014 | 12:08 wib
Dibaca: 6
23 Juli 2014 | 11:49 wib
Dibaca: 72
23 Juli 2014 | 11:38 wib
Dibaca: 129
23 Juli 2014 | 11:28 wib
Dibaca: 77
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER