panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Oktober 2012 | 20:04 wib
Inkarus Sunnah Janji Hentikan Kegiatan
image

DIALOG: Pimpinan LPPA Tauhid Minardi Mursid berdialog dengan para ulama Karanganyar di aula Kantor kemenag Karanganyar. (suaramerdeka.com/ Joko Dwi Hastanto)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Kelompok pengajian Lembaga Pengkajian dan Pendalaman Alquran (LPPA) Tauhid yang dituding sebagai kelompok inkarus sunnah, akhirnya berjanji menghentikan seluruh kegiatannya. Tidak hanya kegiatan pengajian, shalat jamaah yang hanya diikuti kelompok mereka saja.

"Namun juga kegiatan umum seperti olahraga bersama, dan apapun yang berkaitan dengan kelompok ini, kami berjanji untuk berhenti. Sampai ada kesepakatan dengan elemen muslim, terutama para ulama dan MUI," kata Minardi Mursid, pimpinan LPPA Tauhid.

Senin siang sekitar tiga jam mereka dipertemukan dengan para ulama Karanganyar. Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Ketua MUI KH Zainuddin, KH badarudin, dan Ustadz Badrut Tamam. Selain itu sejumlah pemuka juga hadir. Mereka yakni Ustadz Sihabuddin dari Ponpes Isy Karima, KH Hafidzin dari Nahdlotul Ulama, dan Ustadz Abdul Muid dari Muhammadiyah, dan lainnya. Hadir pula Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Ajie Wibowo.

Minardi didampingi Ketua LPPA Purwadi yang rumahnya sempat diserang sehingga rusak, juga Badruzaman SH, penasehat hukumnya. Kedatangannya sekalgus menolak anggapan tidak mau diajak berdialog dengan pihak lain.

Di depan para ulama, dia dicecar seputar kegiatan kajian yang kini sudah menyebar di seluruh wilayah Solo Raya dan beberapa kota di Jateng lain, serta memiliki ribuan pendengar dan pengikutnya.

Pertama, dia diberi kesempatan memaparkan hasil kajiannya. Dia mengaku membaca banyak buku karya ulama besar termasuk Prof Quraish Shihab, Dr Mukhlis Hanafi, yang memelopori kajian Alquran secara tematik.

"Kami menentukan tema, setelah itu mencari seluruh ayat di Alquran yang membahas tema itu. Misalnya shalat, juga tema seperti bencana alam tsunami, pendidikan anak, dan lainnya. Setelah ayatnya ada, kami rangkai agar memunculkan makna secara menyeluruh dari kandungan Alquran," katanya.

Pihaknya menolak disebut inkarus sunnah atau menolak hadist. Sebab mereka juga mengkaji hadist, hanya saja metodenya yang berbeda. Hadist dibaca untuk perbandingan. Adapun ayat Alquran dikaji dan ditafsir dengan ayat lain.

Usai pemaparan, Ustadz Sihab dan Ustadz Badru membuka dialog dengan cecaran pertanyaan. Antara lain tematik yang dimaksud apa, apakah juga menggunakan hadist, ijma’ (kesepakata ulama), kitab tafsir yang dipakai, apakah menyandarkan pendapat pada madzhab atau pendapat ulama atau pendapat sendiri. Ternyata jawaban yang  diberikan Minardi dinilai mbulet. Akhirnya, para ulama menyimpulkan ada metode yang salah.

( Joko Dwi Hastanto / CN33 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
22 Agustus 2014 | 22:35 wib
Dibaca: 11
22 Agustus 2014 | 22:22 wib
Dibaca: 30
22 Agustus 2014 | 22:10 wib
Dibaca: 90
22 Agustus 2014 | 21:57 wib
Dibaca: 130
22 Agustus 2014 | 21:45 wib
Dibaca: 87
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
12 Agustus 2014 | 16:20 wib
14 Agustus 2014 | 15:50 wib
19 Agustus 2014 | 21:05 wib
15 Agustus 2014 | 15:18 wib
FOOTER