panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
23 Oktober 2012 | 15:05 wib
Harga Beras Organik Mencapai Rp 15.000/kg

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Harga beras organik murni di pasaran sangat tinggi, mencapai Rp 15.000/kilogram. Meski demikian, permintaan dari berbagai daerah masih sangat besar. Padi organik lebih mahal karena alami, tidak menggunakan pupuk kimia maupun pestisida.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertan TPH) Wonogiri, Guruh Santoso melalui Kabid Tanaman Pangan, Sutardi mengatakan, pertanian organik murni itu sudah diterapkan di beberapa tempat di Wonogiri.

"Salah satunya di Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo yang dimiliki petani organik, Hardian Kusumojati," katanya di sela panen raya padi semi organik menggunakan pupuk Samagrow di Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Selasa (23/10).

Dia mengungkapkan, pelaku pertanian organik di desa tersebut telah menjalani proses sertifikasi. Mereka juga menjalin kerja sama dengan kelompok tani organik.

"Permintaan padi organik sangat besar. Tetapi petani belum bisa mencukupinya. Padahal, harganya dua kali lipat dibanding beras biasa. Berasnya tidak basi meskipun sudah dimasak tiga hari," ujarnya.

Menurutnya, pertanian organik tidak hanya dalam hal pupuknya. Namun juga meliputi keseluruhan proses bercocok tanamnya. Lahan dan irigasi pertanian organik harus bebas dari pupuk kimia dan pestisida. Pertanian organik murni baru bisa tercapai setelah menjalani proses tersebut selama tiga tahun.

Dalam panen raya tersebut, Camat Selogiri, Bambang Haryanto mengatakan, masih banyak petani yang memakai bahan kimia berlebihan. Hal itu mengakibatkan kerusakan lahan dan memunculkan penyakit baru. Namun dengan diterapkannya demplot semi organik tersebut, petani mampu panen hingga 9,8 ton gabah kering/hektare.

"Panen padi organik murni bisa mencapai 7,2 ton/hektare. Kalau rata-rata panen di Selogiri sudah mencapai sepuluh ton/hektare," katanya.

Bupati Wonogiri, H Danar Rahmanto mengingatkan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah penderita gula darah tertinggi. Hal itu diakibatkan oleh konsumsi beras yang berlebihan. Apalagi, sudah banyak beras yang menggunakan pupuk kimia dan pestisida.

"Pertanian padi dengan sistem organik bisa menekan kandungan glukosa hingga 60% dan karbohidrat hingga 50%, sehingga meminimalisasi penyakit gula," ujarnya.

( Khalid Yogi / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 13178
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13913
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13688
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 16076
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 13253
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER